Posts

Ada Yang Terlupakan

Suatu malam di bulan Ramadhan kemarin, setelah selesai tilawah, aku duduk di sofa ruang tengah dengan masih bermukena dan masih pegang Al Quran. Ada mama disitu lagi duduk juga. Rencananya mau baca terjemahan dari surat Al Fath yang emang baru aja selesai dibaca. Aku penasaran dengan terjemahan surat ini karena beberapa bulan yang lalu mama pernah bilang kalau ingin cepat naik haji bisa dengan menghafal surat Al Fath. Arti surat ini “kemenangan” dan setelah ku baca terjemahannya ternyata isinya ada mengenai perjanjian Hudaibiyah. Terus karena ada mama disitu aku pun tanya. “emang perjanjian Hudaibiyah itu tentang apa sih, Mah? Ini sampai ada di Al Quran.” Aku dulu sering dengar cerita tentang perjanjian Hudaibiyah ini apalagi saat SMA belajar sejarah Islam tapi itu delapan tahun lalu. Sekarang lupa. Dan Mama pun lupa.  Akhirnya mama bawakan buku Sirah Nabawiyah. Aku disuruh baca. Agak lama karena cerita mengenai perjanjian Hudaibiyah ini lumayan panjang. Setelah ku baca ternya...

We life, we learn

Tulisan ini terinspirasi dari what was happening to one of influencer, Gitasav, few days ago. At first I didn’t know anything till some of my friend on twitter blowed it up and even made a thread. So i was curious. I spent on everything related to those two. I read Gita’s post on blogspot, even I listened to her speaking on her ig story. And of course I wouldn’t forget to read what’s on Helmi’s.  I guess you all know what happen ya so I won’t tell who is Helmi and even Tristan.  After knowing what happened so I guess it was only the power of social media which makes everything worse . Saat tau masalah mereka, aku merasa “Wah bisa sejauh ini ya”. Both of them makes it more complicated juga sih. Oke I know, Gita is one of popular and powerful influencer who got a sexual harassment yang memang sangat tidak sopan untuk diucapkan. Gita tried to speak up , dia mengutarakan kebenaran bahwa sebagai perempuan jangan hanya diam saja saat dapat (even if only) a text that conta...

Literally a basic manner?

Kita tau kehidupan ini enggak akan bisa dilalui sendirian. Sekaya dan sepintar apapun kamu pasti selalu ada hal-hal yang enggak akan bisa kamu handle sendiri. Terutama di  rush hours, kita enggak mungkin bisa ngerjain banyak pekerjaan satu waktu padahal semuanya harus selesai   Kalau sudah begini? Pasti meminta bantuan orang lain. Well , aku mau cerita dikit, jujur, aku orangnya sangat enggak enakan. Bahkan untuk minta bantuan orang lain aja sangat enggak enakan. Kalo emang sekiranya masih bisa dikerjakan sendiri yaaa kerjakan sendiri dulu. Karena dengan begitu aku merasa bebas, enggak ada hutang budi kepada seseorang.  Mungkin ini semua karena didikan yang orangtuaku berikan. Orangtuaku yang memang selalu hidup mandiri, jauh dari keluarga besar selepas mereka menikah otomatis bikin mereka lebih independent dibanding saudara-saudaranya yang lain. Inilah juga yang akhirnya terjadi padaku. Hingga akhirnya menjadikanku orang yang sangat sungkan untuk meminta tolong. Ka...

Donor Darah di Bandung

Rencana donor darah dari sebulan yang lalu akhirnya bisa terlaksana hari itu. Itupun hasil memaksa diri sehabis ngajar. Dari pagi sebenernya enggak diniatin tapi pas selesai ngajar yang emang jadwal hari Sabtu itu selalu pulang 2 jam lebih cepet jadi kepikiran ingin donor darah daripada ditunda-tunda nanti mager lagi. Ini aja udah telat sebulan dari jadwal normal untuk donor darah (3 bulan sekali). Akhirnya pulang ngajar pun pergi ke PMI Kota Bandung di Jalan Aceh. Ekspektasinya sih PMI Kota Bandung biasa aja, bakal sepi, dan enggak akan terlalu lama nunggu kayak pas donor darah pertama di PMI Rangkasbitung. Pas nyampe sanaaaa, gila sih itu PMI Kota Bandung udah kaya rumah sakit. Gede banget haha. Terus pas masuk ke gedung donor darah udah banyak banget orang yang mau donor. Mungkin karena sore hari di hari Sabtu. Mikir deh tuh apa cancel aja ya soalnya pasti lama banget nunggunya. Tapi tanggung juga karena udah sampai PMI. Akhirnya registrasi dulu deh. Aku ditanya udah pernah do...

Ups and Downs. That's life.

Jadi beberapa hari yang lalu ada seseorang di twitter bilang begini, “Instagram isinya orang kaya semua ya.” Ya begitu kan. Media sosial memang tujuannya untuk sharing kebahagiaan. Ibaratnya, ngapain juga sharing sedih, duka – at least you’re a public figure yang ditunggu-tunggu update kehidupannya oleh banyak orang apapun jenis beritanya. Jadi alasan itulah yang membuat beberapa temanku agak ogah main instagram lagi. Bikin panas hati katanya. Kok lihat kehidupan orang kaya lancar dan bahagia terus. Aku pun sempat berpikir begitu, malas ya main Instagram yang isinya orang pamer semua. Tapi ya mau gimana lagi, masih aja buka Instagram. Toh Instagram juga masih bermanfaat untuk dagang, lihat-lihat video  lettering   and others painting and watercolor technique related to my current bussiness.  Tapi kita semua tahu bahwa kehidupan ini selalu berputar. Semuanya berdampingan. Yin and Yang, siang malam, gelap terang, baik buruk, sedih bahagia, untung rugi. Begitupun kehid...