Rosmalinda Nurhubaini's. Literally a nous of my random thought.
Posts // About
// Twitter // Tumblr

September 22, 2014

#20factsaboutme

entah hashtag itu berawal dari mana tiba-tiba beberapa teman membuat caption di foto instagramnya dengan hashtag itu, mereka bilang karena ditag orang dan mereka pun men-tag teman-temannya. secepat itu pulalah hashtag menyebar. daaan saya pun terkena tagging dari Alif, Intan, Eko, Resti, Rani, Malo, Rijal dll. awalnya agak malas sih untuk buatnya (malu dan mikir gak terlalu penting juga) terlebih bingung untuk memilih foto karena gak ada foto terbaru tapi ya untuk have fun dan kekinian jadinya saya buat #20factsaboutme di instagram. 

#20factsaboutme itu agak lama bikinnya, bukannya bingung sama diri sendiri tapi karena terlalu banyak tentang diri sendiri yang gak mau diketahui oleh para follower instagram yang umumnya orang-orang yang kenal saya tapi tidak dekat. selain itu, dijaga juga pemilihan fakta-faktanya (gak bermaksud biar keliatan baik) tapi berhubung single, sebagai media self-branding juga bisa kan? hahaha tapi sebenernya emang gak berniat untuk menjelek-jelekan diri sendiri aja. udah sedewasa ini harus mulai mencintai diri sendiri, supaya tahu diri ini harus dibawa kemana, supaya makin banyak bersyukur. makanya disaat orang lain berlomba-lomba umbar kejelekan di faktanya masing-masing, saya justru memfilter fakta-fakta diri saya sendiri. tapi ya itu, 20 fakta aja ternyata gak cukup ya untuk mendeskripsikan diri kita sendiri. serumit itu lho manusia. Maha Besar Allah yang dengan mudahnya mengerti serumit apapun makhluk ciptaannya ini.


Maafkan kalau factnya sungguh terkesan pencitraan. Just make it for fun actually :p
  1. lahir di Bandung tapi di akte kelahiran ditulis Rangkasbitung. ceritanya? panjang. tapi kalau ditanya asal mana ya tetep bilang Rangkasbitung sih.
  2. lahir di tengah-tengah keluarga dengan background sarjana pendidikan dan profesi di dunia pendidikan, juga darah Sunda tulen
  3. punya kenangan sekolah di boarding school pas SMA. Definitely one of my best experience!
  4. tapi unfortunately, impiannya untuk kuliah di FKG Universitas Padjadjaran gak tercapai. eh malah sekarang lagi berjuang untuk S.Pd-nya dari Jurusan Pendidikan Biologi, Universitas Pendidikan Indonesia.
  5. sering sekali punya masalah dengan kulit, tenggorokan, dan hidung (mulai dari flu dan mimisan). sampai-sampai cuma dokter spesialis kulit dan tht yang cukup sering didatengin.
  6. karena itu, sebenarnya mencoba untuk menghindari makanan bersantan dan minuman dingin (apapun bentuknya) 
  7. Big No to coffee and soda drink! gak bisa banget kalau minum 2 jenis minuman itu. meskipun bukan pantangan tapi karena ngerasa ada bad-directly-effect sehabis minum minuman itu, akhirnya bye-bye dan gak mau mau lagi minum kopi atau soda.
  8. tapi jeleknya, sangat gak bisa menghindari makanan pedes. meskipun spicy tolerance saya masih di level rendah (kalau di Richeese sih paling cuma bisa pesen level 2) tapi kalau makan gak ada rasa-rasa pedesnya pasti gak akan selera.
  9. i'm a noodle-addict (mie tektek, instan rebus & goreng, ramyun, ayam, goreng, yamin, ramen, udon dll) pokoknya gak bisa hidup tanpa mie, kalau bisa milih mie atau nasi sih mending pilih mie. tapi karena saya anak biologi yang tau betapa bahayanya mie untuk kesehatan terutama mie instan akhirnya cuma bisa makan mie paling banyak 3 kali seminggu. tapinya lagi really don't mind sih kalau ada yang ngajak makan mie (apapun jenis mie-nya) meskipun satu hari yang lalu habis makan mie. gak ada kata bosen dan gak selera dengan mie!
  10. gak suka kalau bayam sudah dibikin sayur bening (keingetan pas jaman gejala tifus waktu SD dan tiap hari harus makan itu) atau sayurannya udah berbentuk capcay keasinan dan gak pedes. Gak suka juga makan durian kalau duriannya sudah berbentuk produk lain, pancake, es krim, dll durian better when it's original.
  11. hobi banget nulis (blogger dan tumblrer aktif, punya lebih dari 20 buku diary/buku agenda sejak SD meskipun beberapa udah menghilang dibakar mama) dan kebiasaan untuk baca berulang-ulang lagi tulisannya yang udah dibuat meskipun cuma tweet atau status line.
  12. punya 2,5 buah novel bikinan sendiri sejak SMA (setengah lagi karena belum beres) tapi belum ada keberanian untuk kirim ke penerbit.
  13. masih punya cita-cita untuk jadi penulis. tapi penulis disini bukan untuk full time, tapi cukup untuk part time. 
  14. alasannya karena saya masih termotivasi untuk bisa jadi guru sains and tell the student that biologi is fun and science is not something they should afraid of.
  15. penyuka membaca apapun itu -blog, novel, koran, majalah, komik, spanduk, status orang lain, caption instagram, dan buku kuliah (bohong abis). berawal dari sinilah 2,5 buah novel terlahir dan cita-cita jadi seorang penulis diinspirasi.
  16. sangat termotivasi untuk bisa kuliah master of education atau bahkan doktoral. meskipun gak pernah ada niatan dan keinginan untuk jadi dosen (karena mengajar murid SMP dan SMA lebih mengasyikan so far)
  17. anaknya artsy banget k a t a n y a. tapi ini lho yang bikin akhir-akhir masa kuliah agak nyesel kenapa gak ambil pendidikan seni musik atau seni rupa aja. terlalu suka sama gambar dan gitar! :( 
  18. awal ketemu pasti dikira anak pendiem tapi kalau udah satu bulan bareng pasti bilang, "Kamu anaknya asyik banget, Caaa!" Yeah if you said that i'm a shy person, you're totally not my friends haha
  19. gak ngaku orang kidal tapi banyak kegiatan yang lebih cepet dan efisien kalau dilakuin pakai tangan kiri, pegang tas, nyalain pemantik api, ngocok kartu. is there any kind of 'left-handed-partia'l in person?
  20. sering disebut a girl with complete tools for herself sama temen-temen kampus, sampe ada yang nyebut toko buku berjalan. rela bawa tas berat asalkan kebutuhan untuk seharian ada di tas itu. contohnya: pergi kuliah. yang harus ada di tas: alat tulis (lengkap. sampe gunting, selotip, lem, stepler ada), mukena, payung, power bank, notebook wajib ada. bahkan obat-obatan yang sering diminum pun selalu tersedia di tas kemanapun saya pergi.

that aduh moment

iya tahu banget hidup ini memang bukan ftv dimana cari jodoh atau pacar itu gampang banget. duduk sebelahan di bis eh nikah gak taunya doi anak orang kaya di Jakarta, belanja jengkol eh pacaran sama tukang jengkolnya, atau jadi pencopet terus nabrak orang terus dilamar sama orang yang ditabrak itu dan orang itu ternyata direktur. serandom itu ya pertemuan jodoh? meskipun ya random feeling juga untuk percaya semuanya, masa iya ada hidup yang semulus dan selalu sesuai dengan keinginan kita itu. 

jadi ceritanya semenjak lamaran aa, waktu itu udah ngecengin salah satu anak laki-laki yang hadir juga di lamaran itu. pasti keluarga dari pihak perempuan, tapi selidik-selidik jalur saudarannya gak terlalu dekat. penasaran banget sama tuh cowok, good looking enough (mirip-mirip sama Dimas Anggara gitu), terus dari penampilannya kayanya masih mahasiswa juga. pengen banget kenalan, padahal timing saat itu lagi pas banget doi duduk sendirian di garasi dan saya pun lagi nyari tempat duduk. tapi disuruh mama makan di meja ruang tengah bareng keluarga inti Teh Nanda. failed.

daaaan jodoh pasti bertemuu. di nikahan aa kemaren, doi ada lagi doong. pakai tuxedo yang bikin dia tambah ganteng. sebelum resepsi dimulai, saya mulai capek karena pakai heels lalu duduk di kursi sendirian. dari arah jam 1 si cowok itu lagi ngobrol dengan (sepertinya orang tuanya) terus dia jalan menuju tempat saya duduk dan jeeeeeng duduk di samping saya. frozen! tapi tetep belum berani nyapa, cuma bisa senyum aja lalu kami sibuk dengan ponsel masing-masing. gak beberapa lama, ada ibu-ibu duduk di samping saya, yang mana ibu-ibu yang tadi ngobrol dengan si cowok itu. terus ibu-ibu itu nanya-nanya saya dan aa, dari mulai asal, sekolah dimana, dll. geer sedikit dong hahahaha ditanyain sama (perkiraan ibu dari si cowok ganteng), apalagi ibu itu bilang hubungan dengan Teh Nanda nya sebagai sepupu jauh. 

tapi kemudian semuanya berubah seketika saat ibu itu menjawab pertanyaan saya, 
"Kalau anak ibu?"
"Itu anak saya yang paling besar baru kelas 3 SMA," (sambil ngelirik anaknya yang duduk di samping kiri saya)

ternyataaaaa si cowok ganteng yang mirip Dimas Anggara itu masih SMA. terlalu jauh untuk dikecengnya. kenapa sih kenapa cowok itu harus bermuka tua tapi kece jadi saya kira dia udah kuliah. jadi, jodoh pasti bertemunya baru sebatas salah satu judul lagunya Afgan. failed ngeceng lagi. yayaya ternyata kerandoman itu masih juga sebatas cerita-cerita di ftv ya 

September 18, 2014

no tittle and label needed

malam ini berbeda dari malam biasanya. rumah yang biasanya sepi malam ini super rame sama ibu-ibu yang masak untuk acara syukuran nikahan aa di rumah. terus di ruang tamu, mama dan bapak lagi rapat dengan ibu-ibu dan bapak-bapak among. tapi saya justru di kamar sendirian, nothing to do karena kalau ikutan masak pun malah bikin riweuh nantinya. ruang tivi udah dirapihin untuk acara besok, udah digelar karpet-karpet jadinya perintah mama jangan nonton tivi. akhirnya cuma bisa masuk kamar dan nyalain internet. cek instagram sebentar dan liat postingan @Generasi90an. seketika ingin dengerin lagunya Sheila On 7 yang judulnya Dan. langsung lah buka wmp dan play lagunya. terus following track tiba-tiba ingin bernostalgia juga, akhirnya ngeplay lagu Sheila On 7 yang lain, Ada Band, dan Kahitna. dan apa jadinya? jadinya kangen aa. karena aa, saya tau lagu itu semua. Ya, we are 90s!

meskipun udah cuti kerja, minggu ini aa gak pulang ke rumah padahal ada acara syukuran. aa akan stay di Bogor sampe acara pernikahan, karena katanya mau pindahan juga. padahal ingin banget bisa menghabiskan waktu-waktu terakhir sama aa yang masih belum resmi dimiliki siapa-siapa lagi. tapi apa boleh buat. gak nyangka bakal sesedih ini ngelepas aa nikah. masih belum siap untuk cemburu, masih belum siap kalau ngeliat aa bakal lebih deket sama orang lain. 

dulu di era 90s, saat dimana saya dan aa lagi deket-deketnya tanpa bantuan teknologi apapun. semuanya mengasyikan dan justru memperindah masa kecil. dulu cukup lama hidup cuma 2 bersaudara karena Opi baru lahir di tahun 1997 dan baru bergabung bermain dengan saya dan aa di tahun 2002-2003. 10 tahun saya dan aa selalu main bersama, kemana-mana bareng, dan saat itu aa cuma sayang sama saya karena belum terlalu ngeh dengan kehadiran Opi. masih inget, dulu aa pernah kasih hadiah ulang tahun tato-tatoan tokoh-tokoh Warner Bros (dulu senengnya luar biasa), main monopoli pas bulan Ramadhan, bikin kebun binatang pake lego, ngumpulin tazos dari Chiki dan nyusun tazos-tazosnya, bantuin aa ngebentang layang-layang, dibonceng aa naik sepeda untuk berangkat sekolah agama, semua hal gak akan bisa diulang bahkan gak akan pernah bisa dilakukan lagi untuk anak seumuran kita saat itu di zaman sekarang. 

saat aa masuk SMP, semuanya mulai rubah. aa udah jaga jarak sama saya. udah gak pernah lagi ngajak main bareng, dan udah pisah kamar juga. sejak itu gak sedeket dulu sama aa, aa jadi orang yang tertutup (karena puber kali ya jadi gak mau berbagi cerita lagi, sibuk jadi anak OSIS juga). aa yang mulai banyak kecengan, juara umum, jadi gitaris band SMP, anak pramuka (pramuka saat itu lagi hits-hitsnya), anak OSIS juga -prince charming anak SMP aja lah pokoknya. sejak itu juga mulai jadi secret admirer aa, sering liatin aa kalau dandan mau sekolah, sering ngintip-ngintip aa kalo lagi main gitar, gilanya bahkan saat itu saya sempet kepikiran kalau pengennya nikah aja sama aa, sama orang yang begitu adorable-nya dan gak mungkin bikin saya terluka dan sakit hati. tapi itu hal yang gak akan mungkin terjadi sama kaya mengharapkan Kerajaan Majapahit berjaya lagi.

pas aa masuk SMA, akhirnya aa gak jadi anak OSIS lagi. intensitas di rumahnya jadi makin sering, tapi tetep aja gak ngerubah sikapnya, tetep cuek ke saya, gak sibuk di OSIS sekarang sibuk dengan main game, sibuk belajar juga, masih sering main gitar meski enggak gabung band lagi. zaman inilah dimana aa mulai mencekoki saya dengan lagu-lagu anak muda masa itu. saat itu saya yang SMP sedikit-sedikit pahamlah. aa mulai beli kaset-kaset band terkenal (inget rasanya bahagia saat aa nunjukin beli kaset Sheila On 7 yang Seberapa Pantas karena saat itu lagi hits-hitsnya banget), mulai nonton MTV Ampuh yang saat itu susah banget ditonton karena sinyal Global TV masih awam. karena itu meski lahir di era 90s saya cukup banyak tau kehidupan anak muda 90s. tapi kemudian itu cuma temporary pleasure karena pas aa dapet pacar semuanya kembali ke zaman dimana aa jadi orang tertutup. saking keselnya, akhirnya saya kepoin aja siapa sih pacar aa itu. akhinya pas aa sekolah dan saya sekolah siang, saya geledah kamar aa untuk nemuin hpnya. setelah ketemu terus saya bacain pesan-pesannya. dari situ akhirnya saya bener-bener tau siapa pacar aa dan aa ngapain aja kalau smsan dengan pacarnya. tapi ternyata, tetooooooooooot. hp aa ternyata diseting untuk bisa tau jam berapa aja hp itu diliat oleh orang. ketauanlah ada yang buka hp aa pagi-pagi padahal aa lagi di sekolah. siapa lagi kalau bukan saya pelakunya? karena setelah dikonfirmasi ke mama, mama bilang gak tau apa-apa dengan hp aa. pas saya pulang sekolah sore harinya, aa keliatan banget marahnya, pas saya baru buka pintu rumah, aa langsung ngedrible bola basket kenceng-kenceng di ruang tamu, terus bolanya di lempar ke tembok. serem banget. tapi ya itu, aa tetep aa, yang kalau marah gak bisa ngomong. sedangkan saya, adik yang cemburuan dan licik selalu innocent meskipu melakukan suatu kesalahan. 

sejak itu, aa rada parno sama saya. hiks. aa makin jadi orang yang sangat tertutup. padahal harusnya saya sadar kalau aa gak suka privasinya dicampurin orang lain. ya tapi namanya juga anak kecil sih bertingkah seenaknya. tapi sampe sekarang aa gak pernah konfirmasi apapun tentang kejadian itu. setiap kesalahan yang saya lakukan di zaman dulu mungkin udah aa maafkan dan mungkin gak penting juga untuk diungkit-ungkit lagi karena saat itu saya pun masih belum bisa mikir jernih. 

ya gitu namanya juga kakak adik, tinggal serumah ada aja godaannya. tapi aa tetep sabar ngehadapin tingkah adik-adiknya. gak pernah protes, gak pernah mendzolimi saya dan Opi, padahal saya sering banget dzolimin aa ataupun Opi. aa yang paling banyak ngerasain perjuangan susahnya hidup karena dulu kehidupan keluarga saya belum secukup sekarang, baru bisa pake motor saat kuliah, baru pegang hp di kelas duabelasnya, baru merasakan mobil saat kuliah, jauh berbeda dengan kondisi saya dan Opi, tapi justru aa yang paling banyak punya kewajiban. sampe sekarang, aa yang mungkin gak akan pernah tau kalau adiknya ini sangat kagum padanya ya.

dan orang yang dulunya saya harapkan untuk jadi suami saya, 2 hari lagi akan menikah dengan wanita pujaannya. gak pernah terbayangkan waktu berjalan secepat ini. 

Aa, i love you beyond words!!!
meskipun Caca cuma bisa jadi adik yang nyebelin, belum bisa bikin aa bangga, bisanya cuma curhat kalo sakit, kepoin aa, ngerecokin aa. tapi justru itu just the way i am untuk bisa deket sama aa. entah aa sadar atau enggak, enggak ada maksud sedikitpun untuk bikin aa sakit hati dan sedih di sepanjang hidup Caca. semoga aa selalu sehat dan bahagia dunia akhirat, selalu dilindungi Allah swt dan selalu sayang untuk orang-orang sekitar aa no matter what. jangan pernah berubah ya, A! tetep jadi role model untuk Caca, tetep jadi aa yang selalu Caca banggain. sampe kapapun, Caca akan selalu ingat masa kecil kita, A hehehehe selucu itu ya kita dulu semoga aa pun gitu. semoga setelah aa berkeluarga nantinya, Caca masih bisa curhat-curhat sama aa ya! semoga jadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, jadi imam yang terbaik untuk keluarga kecil aa. doa terbaik selalu Caca panjatnya untuk satu-satunya kakak yang dicinta.

September 15, 2014

FRIENDZONE?

kata friendzone emang lagi trend dan super hits banget dikalangan anak muda sekarang. tapi sebenernya saya gak terlalu paham arti kata friendzone itu apa. laki-laki dan perempuan temenan udah lama, deket banget, nyaman banget nah tapi apakah friendzone itu kalo keduanya suka sama suka tapi pada gak mau bilang atau emang cuma salah satunya aja yang suka dan tetep gak mau bilang? hmmm gak jelas juga sih mungkin (menurut saya) kata friendzone itu terlahir karena adanya hubungan pertemanan yang sudah kelewat 'batas' hingga muncul perasaan lebih dari sekadar teman tapi perasaan itu tak tersampaikan hanya karena takut pertemanan yang sudah terjalin akan berbeda rasanya. is it?

disini saya ingin berbagi pemikiran saya tentang friendzone ya. inget ini cuma pemikiran saya aja. seperti yang beberapa waktu lalu saya baca di 2 akun instagram mengenai friendzone, 2 diantaranya menarik perhatian dan akhirnya kepikiran untuk menulis tentang friendzone.

Tidak ada pertemanan yang murni antara laki-laki dan perempuan. Di dalamnya akan ada perasaan meski berusaha keras menolaknya -Suara Cerita

Pergi bareng, makan bareng, dijemput, boncengan, diperhatiin, curhat bareng, ketawa bareng, tapi sayang friendzone -Dagelan

well dari dulu sampe sekarang saya cenderung punya kenyamanan jika main dengan laki-laki. bahkan kadang lebih bondingnya kalau main dengan laki-laki. alasan pertama ya karena laki-laki tuh gak ribet, lebih solutif kalo ngasih saran, dan juga lebih humoris jadi lebih rame kalau ngobrol dan main. meskipun untuk beberapa hal saya juga lebih milih ke temen perempuan. tapi ternyata setelah diliat-liat, temen laki-laki saya ternyata lebih banyak dibanding perempuan. maksudnya gini, lebih sering main dan akrab dengan laki-laki dibanding perempuan. toh bagi saya semua perempuan yang saya kenal pasti saya anggap teman. berawal dari kelas 2 SMP sih kaya gini, berawal dari milih kursi paling depan diantara barisan yang isinya cowok semua (cerita Obe itu lho) dan akhirnya ngerasa nyaman dan lebih cepet mingle dengan cowok. bagi saya yang punya sifat agak susah fit in di lingkungan baru emang solusi paling pas kalau mingle duluan dengan anak cowok. gitu juga pas SMA, lebih cepet fit in dengan anak cowoknya. pas kuliah juga gitu, awal kuliah emang berusaha ngerubah dan akhirnya pdkt ke cewek tapi ternyata gak tahan lama (entah ini emang sugesti atau gimana) ujung-ujungnya malah lebih sering main dan curhat sama Eko, Hilman, dan Azhar. terus pas dapet temen KKN juga lebih sering main dan curhatnya malah ke anak lakinya, Prima, Haeri, Acil. PPL pun gitu, lebih sering ngobrol sama anak laki-lakinya Pimen, Yoga, Ari, Marcell, Habibi, Panji, Roby, Nacho. meskipun gak semuanya masih bonding sampe sekarang. terus sampe sekarang yang masih berhubungan emang lebih banyak sama temen laki-laki zaman SMP dan SMA, Wildan, Erdy, Doni, Algi, Obe, Alif, Ajong, Irfan (gegara sering main di Bandung). entah ini hal yang salah atau bener lebih milih main dan curhat sama laki-laki tapi emang kalau dirunut tapi niatan apa-apa ujung-ujungnya lebih bonding dengan temen laki-laki. 

pernah friendzone? nah kalau ditanya begini, bingung juga jawabnya. friendzonenya berdasarkan filosofi siapa dulu? kalau menurut filosofi saya, gak pernah. gak pernah tuh saya mendem perasaan gimana gimana ke temen laki-laki ya kalau mau bilang ya bilang aja karena emang selama ini belum pernah ekspektasi apa-apa. seperti yang waktu itu saya tulis tentang kekaguman tentang temen-temen cowok SMA. terus saya bilang, "Enak ya yang sekarang lagi sama mereka." Saya jujur bilang gitu, tapi bukan berarti saya totally ingin punya pacar dan suami = mereka. cuma emang mereka berhasil fit in dengan tipe-tipe ideal pria versi saya. tapi bukan berarti saya inginkan mereka kan? menurut saya wajar ko perempuan berteman dengan laki-laki yang sesuai dengan tipenya, toh dalam pertemanan juga butuh kenyamanan kan. kalau gak nyaman ya gak akan temenan juga. makanya saya agak kurang setuju sama quotenya dari Suara Cerita itu, saya rasa pertemanan saya murni ko toh emang pertemanan selalu terjadi duluan kalau emang terjadi di tengah perjalanannya ada rasa ketertarikan itu wajar aja sih namanya juga pertemanan laki-laki dan perempuan. terus kalau udah gitu? saya cenderung akan bilang aja apa adanya (kaya contoh hubungan terakhir saya dengan salah satu teman). namanya juga hidup kan harus siap baik buruk. bilang aja terus terang kalau suka, gak ada yang salah kan. hah emang sih ngomong disini lebih gampang. tapi coba deh dipikir, yang bikin friendzone terhina itu karena ada ekspektasi dibaliknya, sehingga bikin kita gak berani bilang tapi malah beralibi takut pertemanannya jadi beda. ini juga yang salah sih, ngapain juga pertemanan jadi beda setelah salah satu ada yang bilang suka. toh ketertarikan pada lawan jenis wajar kan? justru seharusnya yang namanya temen gak begitu dalam menyikapi perasaan suka. kalau emang yang disuka gak ingin berhubungan lebih dari temen yaudah jujur aja bilang baik-baik, yang menyukai pun harus terima apa adanya. jangan sampai cuma gara-gara ini pertemanan jadi malah beda dan malah bikin sakit hati lagi. setelah ada kejadian ini ya jalani pertemanan apa adanya aja. ini nih yang bikin friendzone adalah sesuatu yang hina. oke mengerti perasaan emang gak gampang diatur ya, makanya ini cuma butuh kebijaksanaan masing-masing pihak aja. sok mau pilih nyampein perasaan sejujurnya dan menerima apapun keputusannya, atau bermain dengan kebohongan dan bikin hati terus terusan kaya quote-nya Dagelan?

ini pilihan aja sih, jangan sampe kegiatan pertemanan yang sebenernya wajar-wajar aja dilakuin harus ada kata 'sayangnya cuma friendzone' toh kalau aja si orang yang suka bilang dan siap nerima resikonya (resiko disini bukan pertemanan yang beda ya, tapi resiko di orang yang disuka gak mau berhubungan lebih) pasti akan bagus ko jadinya asal dari orang yang suka ada komitmen duluan bahwa apapun keputusannya gak akan ada berubah. kalau toh perubahannya dari orang yang disuka, ya orang goblok aja sih itu. maksudnya apa ngerubah hubungan pertemanan? harusnya dia justu ngaca sambil bersyukur bahwa ada temennya yang sangat menghargai hubungan pertemanan mereka meskipun dia harus nahan malu mungkin saat bilang suka. teman yang jujur pada dirinya sendiri dan berani ambil resiko justru harus dipertahankan bukan?

intinya sih menurut saya gak ada yang salah sama yang pertemanan antara laki-laki dan perempuan, gak ada yang salah juga kalau ternyata hubungan intens itu jadi berujung suka sama suka both keduanya atau hanya satu pihak. yang salah itu kalau dari yang suka itu gak ada yang bilang karena takut. bilang aja dulu. kalau ternyata si lawan jenis itu ternyata suka juga ya ngapain diambil pusing langsung aja ambil keputusan sesuai dengan yang kalian inginkan. kalau ternyata di lawan jenis gak satu perasaan, harus siap segala resikonya, jangan pernah kita yang justru menjauh karena teman yang tulus gak akan tergoncang hanya karena perasaan suka. be wise! kalaupun gak mau terjebak di friendzone, ya jangan main lagi sama dia! dengan enggak ketemu dia lagi pasti perasaan suka itu lama-lama hilang. tapi mau emangnya silaturahmi terputus cuma gara-gara perasaan suka yang sah-sah aja. kalaupun emang gak mau bilang, sok aja tahan sakit hatinya. jangan munafik. di depan dia oke oke tapi dibelakang nangis-nangis, pertemanan kaya gitu enggak sehat. sekarang pilih hadapi atau menghindar?

September 13, 2014

H-7 Pernikahan Kaka. akhirnya aa menikah. aa satu-satunya, role model banget, dan paling ganteng sedunia (bohong kadik gantengan juga Louis One Direction haha). gak kerasa aa udah mau nikah aja, padahal masih inget banget dulu masih mandi bareng, sekamar berdua pake kasur tingkat, godain aa yang udah tidur karena aku gabisa tidur saking senengnya mau jalan-jalan ke Dufan, masak mie berdua, main petak umpet terus selalu aku yang kalah dan ujung-ujungnya malah nangis, maksa panitia pake nangis kerena pengen satu tim sama aa pas lomba 17 Agustusan padahal peraturannya laki-laki perempuan gak boleh digabung, berangkat sekolah bareng aa, main sepeda sama aa, diajarin motor sama aa, dianter ke CM sama aa, dijemput di Serang kalo pulang dari Bandung sama aa, jalan-makan-ngobrol di Bandung sama aa, ditengokin di kosan sama aa. dan segala perhatian yang aa kasih dari dulu sampe sekarang.

meskipun aa orangnya dingin banget, gak pernah mau dipeluk, gak pernah mau foto berdua (apalagi selfie), gak pernah ngobrol kalau gak ditanya duluan, gak pernah ngechat kalau gak penting-penting banget, tapi tetep lovable dan respectable. sempet dulu kesel, kok aa dingin banget sih. gak seasik kakak cowoknya temen-temen. temen-temen bisa gitu foto selfie sama kakaknya, peluk-pelukan sama kakaknya, at least curhat gitu sama kakaknya. tapi itu semua gak pernah saya lakuin dengan aa. aa emang orangnya sedingin itu, jangankan ngechat saya, sms mama aja katanya sering gak dibales padahal cuma butuh jawaban YA. tapi selain itu semua, aa luar biasa baik, tanggung jawab sebagai anak pertama, dan ngasih contoh baik untuk adik-adiknya. 

kadang juga pengen banget sih bisa kaya aa, karena sifat pendiemnya itu aa enggak sosialita. enggak punya akun facebook, akun instagram dan pathnya juga udah di unactive, enggak pernah pamer dan cerita-cerita ke orang-orang lebay tentang dirinya padahal aa bisa aja kaya gitu. meskipun pengen juga ngerubah sifat aa yang pemarah kalau privasinya ada yang tau, padahal wajar kan kalo adiknya kepo. eh ini mah dimarah-marahin terus pengen juga ngerubah aa biar gak dingin banget. sampe calon istrinya aja curhat ke mama suka susah kalau aa udah dingin dan diem aja. ahahaha

tapi apapun itu, tetep sayang banget sama aa. gak kebayang kalau nanti bakal susah ketemu aa kalo udah nikah. pas lamaran kemaren aja saya nangis, gak tau deh nanti pas nikahan bakal kuat untuk nahan nangis apa enggak. nanti gak akan ada lagi jalan cuma berdua sama aa, gak akan ada lagi aa yang jemput kalo aku pulang ke rumah, nanti gak ada lagi beli cuanki dan makan berdua di ruang TV. semuanya akan berubah dan saya harus siap untuk semuanya. gak boleh manja lagi sama aa karena tanggungjawab aa gak cuma ke adik-adiknya sekarang tapi untuk Teh Nanda juga. gak kebayang gimana sedihnya mama ya ngelepas aa, anak laki-laki satu-satunya mama, jagoannya mama, anak yang paling care banget sama mama, dan anak yang paling gak pernah bikin ulah. 

A, semoga acara minggu depan lancar ya, semuanya sehat, dan bahagia. Caca selalu bantu doa!

me and aa when we were child. pardon my straight face with chubby cheek wkwk

September 06, 2014

no longer as a Path user

akhirnya hari ini resmi uninstal media sosial path di ponsel dan tab, setelah sebelumnya sudah uninstal aplikasi bbm, serta facebook dan twitter mobile. instagram dan media chat lainnya (line dan whatsapp) saya pertahankan karena setidaknya ketiga medsos itu masih lebih banyak memberikan manfaat. yang jelas kenapa akhirnya saya memilih uninstal path, fb, twitter, dan bbm di semua gadjet itu bukannya tanpa alasan. 

dari dulu sampai sekarang sebenarnya saya tipe orang yang memiliki hampir semua media sosial (kecuali friendster). saya punya akun facebook, twitter, tumblr, instagram, path, line, whatsapp, blogspot, pinterest, waze, sampai ke aplikasi nike running pun punya. meskipun sebenarnya dari semua akun yang dibuat tersebut, saya termasuk orang-orang yang telat gaul. terutama untuk aplikasi yang cuma bisa diinstal di smartphone, belum genap dari setahun saya memilikinya (maklum karena smartphonenya baru bisa kebeli di tingkat tiga kuliah). faktanya lagi, saya termasuk pengguna aktif dari semua medsos itu. kebayang kan gimana sosialitanya saya? ngapain aja update status, mention seseorang dari mulai hal penting sampe enggak penting, kemana-mana check in, nyampe kosan upload fotonya hahaha tapi lama kelamaan ternyata mulai jenuh dengan facebook dan twitter sejak setahun belakangan semenjak datangnya path, instagram, dan smartphone apps lainnya. akhirnya jadi gak pernah update status di facebook lagi, meskipun masih sering dibuka (itupun lewat pc), itupun cuma cek notif, liat info di grup, atau like-like iseng beberapa postingan, selebihnya enggak pernah ngapa-ngapain lagi. update status dan upload foto udah enggak pernah (bahkan beberapa album foto udah dihapus). bahkan lagi dulu sempet tersirat mau menghapus akun tapi gak jadi karena ternyata masih banyak info-info penting yang sesekali di update di beberapa grup. 

twitter masih lumayan lah suka dipake, meskipun sekarang cuma lewat pc dan paling banyak hanya 10 status dalam 1 bulan, itupun sudah ditambah iseng-iseng reply status orang atau retweet tweet orang lain. jarang banget kalo harus update status sendiri (karena sekarang lebih seneng di line yang bisa ditambah sticker-sticker lucu dan privatisasinya lebih terjaga). twitter masih sesekali dibuka sih biasanya untuk nanya-nanya informasi ke sumbernya langsung, selebihnya udah gak pernah ngapai-ngapain lagi. tadinya nyempetin sih scrolling2 gitu tapi dipikir-pikir kaya orang bego gitu bacain status orang. akhirnya twitter pun resmi di uninstal dari ponsel meskipun masih di keep di tab untuk kebutuhan menanyakan sesuatu yang gak bisa melalui no telepon.

bbm pun resmi diuninstal karena kontaknya belum banyak, seringnya delay, dan bikin kerja ponsel jadi lemot karena mengambil ram dan space internal memory yang besar. toh kenyataannya kontak di bbm, line, whatsapp sama aja. ngapain punya tiga chatting media kalo kontaknya itu-itu aja? line sepertinya akan selalu dipertahankan karena berhasil menarik perhatian dengan sticker dan tema lucunya, ada timeline juga, dan ada beberapa grup penting.  begitu pun whatsapp akan dipertahankan sebagai pengirim chat tercepat (with no failed message), dengan banyak emoticon, serta sebagai pengirim gambar, video, voice note dengan kualitas terbaik.

dan yang terakhir di uninstal adalah path. sejak awal punya ponsel android emang gak berniat untuk punya akun path, asa enggak ngerti dengan path, ribet gitu sih ada check in, upload foto, lagu, dan film, waktu dan tempat saat wake up atau sleep etc. mikirnya mending pake twitter aja toh sama aja fungsinya. dulu inget banget sebenernya udah instal path, terus bikin akun, tapi gak ngerti kaya gimana pakenya. akhirnya didiemin aja deh akunnya. tapi akhirnya pas kumpul temen KKN, saya cerita enggak punya path karena enggak ngerti. akhirnya dengan senang hati, Intano mau ngajarin (biar bisa mention saya gitu katanya). terus pas di kosan di otak-atik sendiri deh pathnya sampe akhirnya bisa punya temen dan terus nambah dan sekarang sampe dapet feelnya. setelah feelnya dapet, semakin serulah main path. berasa orang gaul kalau bisa check in, terus upload foto sama temen ditag satu-satu, terus dapet love, laugh, frown, smile, atau gasp. tapi lama-kelamaan, udah males juga update-update. jadi akhirnya cuma sesekali aja update gambar dan lagu. selebihnya jadi silent reader dan spam sticker ke updatetan orang lain. 

sampai akhirnya beberapa hari lalu ngobrol dengan sepupu lebih tua satu tahun. dia punya smartphone terbaru tapi pas ditanya masalah instagram dan path, dia bilang gak punya keduanya. pas ditanya kenapa. alasannya simpel, ngapain sih hidup dibawa ribet. toh lebih asyik orang-orang gatau kita ngapain. ngapain lagi makan dikasih tau tempatnya dan foto makanannya juga, lagi belanja dikasih tau, lagi di terminal dikasih tau, lagi olahraga dikasih tau, situ siapa sih? artis? katanya. padahal kalau mau makan, ya makan aja. mau belanja, ya belanja aja. kaya anak kecil aja dibilang-bilang demi perhatian. jujur deh upload begituan karena ingin orang lain tau kan? apalagi kalau bukan untuk cari perhatian? katanya juga. pas sehabis ngobrol itu akhirnya fiks untuk uninstal path. sebenernya udah dari lama pengen lepas dari path, serasa males gitu liat orang pamer-pamer kegiatannya yang kalau dipikir-pikir enggak jelas juga untuk apa (termasuk saya juga sih -ya meskipun kita gak niat pamer, tapi kalo di share di medsos apa namanya bukan pamer?). cuma saat itu tetep mertahanin path karena kadang suka dapet inspirasi tempat asyik dan guyonan seger, atau sekadar tau kabar teman lama. unfortunatelly makin kesini, isi path jadi lebih banyak unsur pamernya, orang semakin banyak show off masalah kesuksesan akademik dan hedonisme yang takutnya justru akan lebih banyak menimbulkan ketidaknyamanan. jadi daripada lebih lama bertahan dan justru nantinya akan lebih susah lepas karena udah addict, terlebih sekarang momentnya juga pas mau fokus skripsi biar gak scrolling2 medsos mulu. akhirnya path pun resmi di uninstal, yang ditanggapi positif dan negatif oleh beberapa temen.

sedangkan instagram, hmmm masih dipertahankan. seenggaknya di ig cuma upload gambar dan gak berlebihan kaya path jadi masih bisalah dipake untuk refreshing. lagian gamau juga tiba-tiba ilang di semua sosial media sedangkan saya bukan tipe orang yang seintrovert itu. tapi liat aja ntar kalo emang ig udah mulai nyebelin seperti path, mungkin akan diuninstal juga haha.

daaaan yk, fyi, baru beberapa jam gak liat path, nothing different ko. malah justru hidup jadi lebih tenang, gak kepikiran ini itu. jadinya fokus ke diri sendiri aja. meskipun pas abis buka ig terus tangan udah refleks ngeklik tempat path padahal pathnya udah gak ada hahaha. tapi overall asyik-asyik aja gak buka path. disini saya enggak bermaksud untuk menyudutkan pihak-pihak yang sampe sekarang masih pakai path, twitter, facebook secara aktif ya. dulupun saya begitu. semuanya akan ada waktunya,  saat dimana kamu pun akan berpikir bahwa media sosial itu tidak memberi banyak manfaat, atau mungkin saat kamu memang belum ngerasa bosan dengan mereka makanya masih seneng-seneng aja bermain dengan mereka. ya mungkin, pihak-pihak itu belum merasa bahwa aktif di dunia maya cuma buang-buang waktu tapi di dunia nyatanya enggak seeksis itu. atau yang lebih mirisnya lagi ternyata intensitas beribadah kita malah lebih sedikit dibandingkan dengan intensitas kita bermain dengan sosial media. 

toh saya berpikir, saya sudah cukup dewasa untuk tau prioritas dari hidup saya sendiri. ngapain juga aktif di media sosial padahal saya belum jadi pengusaha, artis, politikus, atau orang-orang yang memang bekerja di bidang yang sangat terpengaruh oleh media sosial. harus juga dilatih dari sekarang untuk gak terlalu bergantung dengan media sosial. dilatih juga untuk gak pamer, takutnya jadi riya. dilatih juga untuk jadi ibu yang nanti akan lebih bertanggungjawab ngurus anak bukannya malah aktif fotoin anaknya dan bikin status perkembangan anak lalu diupload ke media sosial. intinya sih sedang melatih diri sendiri untuk jadi diri yang apa adanya. 

kalau kata Ariana Grande, but somethings are better left unsaid. kenyataannya lebih asyik nulis di blogspot, bisa sepanjang-panjangnya tapi jarang ada orang yang ngeh dan baca.

September 01, 2014

teruntuk wisudawan/wati #2

PART 2 (Geng hebat UI, teman sepermainan dari SD hingga SMA, Rahmi)

enggak dapat dipungkiri kerennya temen saya yang satu ini, wakil ketua angkatan derCG (padahal paling muda), anak fikom Universitas Indonesia, yang dari masa SMA gak berhenti-hentinya bikin orang terkesima sama prestasi-prestasinya. tanggal 29 Agustus kemarin, orang hebat ini wisuda S1 (disaat saya belum sidang skripsi dia udah punya gelar aja :3). very glad to hear that! meskipun emang gak bisa datang tapi euforianya terasa sekali, dari mulai pict yang Rahmi share sampai ke ucapan syukur di status media sosialnya. alhamdulillah...selamat ya, Mi! berhasil membanggakan orangtua, keluarga, dan teman-teman untuk kesekian kalinya.

teruntuk Rahmi. Amikuuuuuu. teman semenjak SD (sebelas duabelas sama cerita Obe), ketemu pertama kalinya sama Rahmi di kelas 4A. pas pertama ketemu, biasa aja sih. dulu Rahmi belum keliatan pinternya (wkwk) pas semester awal di kelas itu bahkan rankingnya Rahmi terkalahkan oleh saya -meskipun cuma selisih 1,5 poin. tapi you-know-what semester selanjutnya dan selanjutnya hingga SMP, saya gak bisa lagi mengalahkan Rahmi. dulu inget banget waktu SD masih sering main sama Rahmi, se-genk dengan Intan, Lina, saya, Rahmi. tapi udah gitu gengnya berantakan gara-gara galaunya anak SD pilih temen sana-sini. pernah juga musuhin Rahmi karena gabung ke geng Dian, Icha lalu bikin-bikin ledekan untuk Rahmi yang sampe sekarang masih diinget tapi gak baik kalo disebutin ya. enggak tau deh itu pola pikir anak SD bikin ledek-ledekan gitu, gak ngerti juga kenapa kita musuhin Rahmi padahal dulu gak pernah ada masalah sama Rahmi wkwkwk curiga deh kita-kita pada iri sama pinternya Rahmi (maafin kehidupan zaman SD kami!) tapi meskipun gitu sebenernya dari lubuk hati terdalam gak pernah benci sama Rahmi. kagum malah. Rahmi yang dulu sederhana banget tapi pinter dan berprestasi banget, ke SD pakai sepeda yang ada boncengannya dan keranjang di depannya. suka saya tebengin sampai fotokopian atau beli makan siang di warteg deket telkom (lupa nama wartegnya apa). 

masa SMP masih satu kelas sama Rahmi di kelas 1A, dulu enggak sebangku tapi tetep deket sama Rahmi karena afeksi SD meskipun pas SMP gak terlalu deket karena beda geng, geng aku (Intan, Vivi, Lopit), Rahmi (Lina, Nuke dll) dan juga enggak satu kelas di kelas 2-nya. pas SMP tetep berprestasi nih anak. ikutan OSIS sampe jadi wakil OSIS disaat aku gak berkecimpung apa-apa di organisasi SMP. dulu di SMP siapa yang enggak kenal sama Rahmi, semua temen seangkatan, adik kelas, kakak kelas, bahkan guru pun kenal. terutama pas doi digosipin sama Faizal wkwkwk setiap mereka jalan berdua di koridor (padahal untuk urusan OSIS etc) berasa artis lewat aja padahal sampe sekarang gak ada yang tau gimana sebenernya hubungan mereka berdua (?). pas kelas 3, akhirnya kita satu kelas lagi, meskipun enggak satu bangku tapi di kelas 3 mulai deket lagi. kenapa ya? hahaha karena ya emang udah saling kenal aja gitu terus rame-ramean bareng geng heboh 3H sebangsa Fitra, Wijay, Pita, Dini, Wildan, Erdy, Rian, Esmawan dll. terus lagi ditambah pas berjuang untuk masuk CMBBS, Rahmi yang ngajakin saya untuk daftar. akhirnya kemana-mana ngurusin persyaratan bareng. sampe bikin surat keterangan sehat aja bareng-bareng ke RS.Adjidarmo, kabur pas pelajaran IPS yang enggak ada gurunya. sampe akhirnya alhamdulillah dari SMP 4 Rangkasbitung, cuma saya dan Rahmi untuk putri yang diterima di CMBBS. sisanya 7 orang putra semua.

pas SMA, enggak pernah satu kamar dan enggak pernah satu kelas, kelas X, Rahmi XC, saya XA. kelas XI dan XII beda jurusan (saya IPA dan Rahmi IPS). gak nyangka banget dulu Rahmi lebih milih IPS karena kalaupun masuk IPA ya bisa banget. tapi ya emang mungkin passionnya dia disitu toh masuk IPS pun terbukti emang masa emas dengan prestasi yang enggak pernah berhenti. tapi meskipun gitu tetep aja sama Rahmi ngerasa deket, secara ya temen dari SD dan sama-sama dari Lebak (teman satu daerah). apalagi dulu kita juga sama-sama anak RISCADA (anak gaul mading yang sering begadang sampe sering banget dimarahin Ust.Najwaniwkwk), sama-sama suka nulis blog, sama-sama suka pulang bareng dan balik bareng kalo perpulangan, pernah malu-maluin nebeng mobil Pak Ngadimin, ke Serang berdua doang demi mesen jaket derCG terus diisengin mamang angkot gila, kalo liburan SMA sering nebengin motor Rahmi untuk main sama anak CM lain, nebeng motor juga untuk silaturahmi ke rumah Pak Henhen, Rahmi yang sering jengukin ke kamar kalau saya sakit (padahal saya gak pernah jenguk Rahmi karena Rahmi jarang sakit), Rahmi yang suka bikin surprise-surprise kalau saya ulangtahun sampe bawa-bawa di i'lan segala.

haaah cerita tentang nih anak emang gak akan ada abisnya. harusnya dibikin biografi kali ya? hehe karena terlalu banyak kebersamaan, terlalu banyak nih anak direpotin sama saya. meskipun jarang banget kita curhat heart to heart yang sampe-sekarang-enggak-tau-kenapa, padahal Rahmi dewasa banget dan sangat bisa dicurhatin tapi malu gimanaaaa gitu kalo curhat sama Rahmi hihihii malu kalo curhat-curhatnya norak dan childish padahal Rahmi dewasa banget. waktu SMA juga, pas tau Rahmi keterima di UI pas di hari ulangtahun saya tahun 2010, senengnya bukan main. Rahmi sampe lari-lari ke kamar saya untuk bangunin dan ngucapin selamat ulang tahun, sambil setengah sadar dia meluk dan bilang juga kalau keterima di UI. aaaaaaak terharu sangat! cuma Rahmi satu-satunya temen di CM saat itu yang selalu ngucapin selamat ulang tahun paling awal bahkan sampe sekarang Rahmi selalu inget kapan ulang tahun saya. terharu.

Mi, sukses selalu ya, Mi! tetep jadi Rahmi yang sederhana tapi hebat. jadi Rahmi yang apa adanya tapi mempesona. jadi Rahmi yang kreatif dan out of the box. jadi Rahmi yang dewasa dan kuat. looking forward for heart to heart conversation about 'man'. selalu penasaran dengan pria idamanmu, Mi, dengan statusmu wkwkwk selama ini kita selalu tutup menutupi masalah ini, iya gak? :)) tapi semoga bagaimanapun itu, kamu pasti dapat pria (si teman hidup) yang sehebat dirimu. 

sekali lagi,

selamat ya Rahmi Suci Ramadhani, S.Sos! keep awesome and gorgeous, Amicuuuu :*