Rosmalinda Nurhubaini's. Literally a nous of my random thought.
Posts // About
// Twitter // Tumblr

September 29, 2012

Campbell


finally i got Campbell 8th Edition. kyaaaa so happy, yesterday i got phone from Mr. Ara and told me that Campbell which i ordered a week ago has came! alhamdulillah :) finally i have my own with my own money, so don't need to borrow anyone or copy it again. yeah even i don't know when i can be able to finish this super big-thick book but for sure i will read this as many as i can, Lovely Book, an expensive book LOL

ready for plant physiology for this semester? be my darling, Campbell Book :)

Bu Osa


red : dienihanira replied to your photo : tadi siang pas dikocok untuk simulasi meng...
        | ayo semangat yaaa perwakilan kelompok dua ^o^/* #panggil 'ibu guru caca'

hahaha jadi ceritanya gini, gambar diatas itu hasil crop dari tumblr saya, tadinya mau posting di blogspot tapi karena pengen buru-buru jadinya posting di tumblr. postingannya tentang simulasi mengajar di mata kuliah Kapita Selekta I, untuk lebih jelasnya baca ini juga yaa (asa penting). nah terus ceritanya lagi, temen sekelompok saya Dieni ngasih reply di post saya itu. langsung galau laaah...haha gak tau kenapa saya itu tipenya akan semakin galau kalau banyak yang ngedukung, bawaannya pasti lebih berat dan kerasa tanggung jawabnya, apalagi untuk simulasi mengajar ini nilainya untuk satu kelompok, kasian teman-teman yang lain kalau harus dapat nilai kurang gara-gara perform simulasi yang kurang. yah semoga lancar-lancar aja yaa.
dan si Dieni ini jadi manggil dengan Ibu Guru Caca kyaaaaa setahun lagi pasti saya bakal di panggil itu saat PLP, tapi engg sebenarnya saya lebih ingin dipanggil Ibu Osa karena kayanya jarang ada guru yang dipanggil itu, jadi biar tetep unyu tapi gak terlalu kekanak-kanakan kaya nama Caca haha LOL tapi juga karena biar gak kepanjangan ceritanya kalo ditanya kenapa dari nama Rosmalinda jadi Caca, kalo jadi Osa kan masih ada nyambung-nyambungnya dikit.

September 28, 2012

yes. i do love my self, so grateful to Allah who always give me everything so good, physically, people around,  property, love, and whatever that available in me ago, now, and later. thus, just do my best in pray and be strong toward my life and my dream. love it and be a happy you!

September 21, 2012

why Biology?

pertanyaan yang menjadi judul itu muncul ketika saya mulai memasuki semester-semester nan sibuk dengan praktikum ini itu dan jurnal sana sini. semuanya karena saya kuliah di jurusan biologi. sejujurnya saya bukan orang yang cerdas di bidang biologi, nilai biologi di ujian nasional saya saja tidak sampai poin 8 tapi mungkin memang sudah jalannya kalau saya harus berkarya di bidang ini. saya yang awalnya sangat tidak suka dengan praktikum, mau tidak mau karena tuntutan perkuliahan harus menyukai praktikum. awalnya saya berpikir kalau praktikum hanya membuang-buang waktu saja demi membuktikan beberapa teori dan prinsip kerja suatu keilmuan, tapi makin lama dan dalam saya menjalaninya praktikum banyak hal yang bisa saya dapatkan. gak usah dijelasin satu-satu karena kepanjangan, hal yang terpenting adalah belajar bagaimana kita bisa bekerja sama dengan orang lain, dalam tumpahan emosi mendapatkan nilai tertinggi dan keinginan untuk menjadi yang menonjol. intinya sih yang saya baca di slide materi perkuliahan biologi sel adalah 

I hear and i forget, i read and i remember, i do and i understand - A.S Neil

terbukti dengan mengerjakan praktikum materi jadi semakin mudah dipahami dan diingat untuk jangka waktu yang lumayan lama.

saya memang suka belajar biologi, dari SMP hingga SMA saya memang biology representative untuk beberapa lomba, meskipun hanya beberapa yang berhasil setidaknya saya bisa menunjukkan bahwa saya memang punya prestasi 'sedikit' di bidang ini. begitu pun itu menjadi salah satu alasan mengapa saya memilih jurusan ini saat SNMPTN, yaa kalau nilainya gak pernah dapat bagus minimal saya suka belajarnya. dan sekarang saya sudah di semester 5, semester dimana saya sudah tidak muda lagi, harus mulai serius untuk tingkat akhir dan tugas akhir dimana menjadi bukti kongkrit hasil belajar saya selama 4 tahun kebelakang. di tingkat 3 itu saya mulai sadar kalau selama ini ternyata cara belajar saya salah, parsial, sehingga banyak yang terlupakan karena tidak berusaha untuk mengaitkan materi satu dengan yang lainnya. kesalahan terbesar bagi saya calon pengajar nantinya. semakin kompleksnya mata kuliah yang saya dapat di semester semakin membuat saya bingung karena materi dasarnya banyak yang lupa. belum lagi galauing karena berpikir bagaimana nanti ketika saya PLP? toh ditanya dosen fisiologi hewan mengenai sistem percernaan saja masih blah bloh. 

yang lebih parah semester 5 sekarang saya mengontrak mata kuliah mikrobiologi. jujur kalau aja matkul ini matkul pilihan, saya gak akan ngambil. tapi karena wajib yaa sudahlah. kenapa? berasa gak ada kerjaan. tiap hari harus datang ke lab hanya untuk koloni-koloni bakteri dan jamur, belum lagi tugas jurnal dan miniriset yang membayangi. banyaknya tugas mikro ini sebanding dengan banyaknya saya mengeluh. banyak saya bertanya, "Kenapa coba bakteri aja musti dipelajari? gak ada kerjaan." dan sebanyak itu pula teman-teman saya menjawab, "Untuk mensyukuri nikmat Allah, Ca. coba bayangin betapa baiknya Allah, bahkan pada bakteri yang kecil aja masih diperhatiin, dikasih makan, dan dikasih tempat tinggal."

dan itu adalah hikmah terbesar saya di biologi sekarang, di biologi terasa sekali banyaknya nilai spiritual yang bisa kita ambil. banyak hal baru yang membuat keyakinan dan rasa syukur saya semakin besar pada Allah. memang hikmah itu bisa datang dari semua hal namun saya rasa mempelajari seluruh penciptaan Allah yang diakumulasikan dengan keilmuan profesi kita akan jauh lebih bermakna.

September 19, 2012

mianhe

maaf sudah lama tidak berbincang, jangankan untuk bercerita panjang lebar denganmu, untuk mengerjakan tugas kuliah pun sering delay karena jadwal rapat yang tak kunjung berhenti setiap hari dan jurnal-jurnal praktikum yang terkadang membuat mual dengan segala kedadakannya. doakan saja ya semoga badan ini tetap sehat hingga di penghujung semester, otak selalu segar meskipun diterjang ribuan materi, dan mental yang semakin terasah karena tuntutan publik dan pendewasaan calon pendidik. 


September 08, 2012

NEW LOOK. totally changed! hope you will bring my mood up to fullfil this blogspot more and more than before.
where is your english-long-text hah? aghh i thought about it so much. lately i just make my post here too easy to write too ordinary to read. i made most of my lately post in Bahasa. dunno. i keep my laziness to study writting in English. ah hate this actually! i've said that i will use this blogspot as my media for writting English, i've said that no excuse to write a post in Bahasa. but now? oke it was caused i often write my melancholic story, too overreacted, i made messed this site up. so are you happy, Ca? hmmm oke not to blame my self right now. the important is let's change your fool-silly habit, let's use English as our site official language, and let's improve our English. remember 550!!!

Sincerely yours, Miss Osa -the next cool-biology teacher in your International School Standard ♪(´ε` )

September 06, 2012

really miss the cute girl beside me! :___(((

September 05, 2012

semangat yuk ah semangat semangaaaaaat!!! dari kemarin postingannya kalau gak sendu, ya ngadu duuuh

sedikit kecewa atau banyak?

perasaan sangat tidak enak saya alami di malam ini, gara-gara kepikiran soal amanah kepanitiaan ospek jurusan. oke sampai saat ini dimana ospek jurusan tinggal 1 minggu lagi, saya belum banyak membantu tim acara secara maksimal. saya liat cuma penanggung jawab tim acara aja yang sibuk, bahkan saya dengar dari salah satu teman saya kalau ketua saya itu sempat ngeluh karena dia bilang kalau dia ngerasa kerja sendiri jadi tim acara.

jujur saya kecewa, bukan, bukannya saya kecewa karena ketua saya bilang gitu. saya kecewa terhadap diri saya sendiri. saya kecewa karena saya gak bisa banyak membantu dia. saya akui, saya memang belum melakukan banyak hal untuk menjadi seorang staf di biro acara ini. saat saya ditugasi masalah pembuatan petunjuk prototype, saya gak maksimal karena memang banyak konten-konten yang belum siap sehingga ketika dikumpul ke sang ketua banyak yang harus direvisi, dan ketua pun merevisinya sendiri. sendiri.

saat ospek universitas yang seharusnya saya turut serta, dengan enaknya saya minta izin untuk tidak hadir karena bentrok dengan pernikahan Om Ganjar. dengan gampangnya pula ketua saya itu mengizinkan saya. disisi lain saya juga sedih karena setelah beberapa hari pasca ospek universitas itu saya dengar bahwa ketua curcol kalau dia merasa bekerja sendirian saat ospek universitas itu. saya makin gak enak. bukannya apa-apa kalau memang ketua saya itu merasa sangat terbebani seharusnya bicara pada kami, stafnya, jangan sampai di dua pihak sama-sama merasa tidak enak.

lalu, saat pembuatan prototype-nya saya lagi-lagi tidak mengerjakan karena dikejar deadline sementara saat itu saya sedang di Tasikmalaya untuk pernikahan Om. dan lagi-lagi ketika saya meminta maaf dengan ketua, ketua hanya bilang 'gak apa-apa' tapi kenapa justru dia bicara lain kepada orang lain? akhirnya pembuatan prototype pun diserahkan pada staf acara lain yang menyanggupinya. saya makin merasa bersalah. 

saya rasakan, ketua saya itu sangaaaaaat pengertian tapi pengertiannya dia justru malah menjadikan saya tidak berpikir. bodoh. jujur saja ini pertama kalinya saya terlibat di biro acara suatu kepanitiaan selama menjadi mahasiswi. dan dengan sangat baiknya, ketua saya itu membimbing saya, gak pernah terasa memerintah kalau dia membutuhkan bantuan kita. tapi apa? apa yang lakukan untuk ketua saya itu? gak ada. malah justru keberadaan saya di tim acara malah menyulitkan dia. saya yang menghambat kerja tim acara. astaghfirullah. 

juga untuk tim konseptor PAB maaf saya belum bisa maksimal, saya yakin kalau ketua tim konseptor pun kecewa terhadap saya karena kontribusi saya di konseptor tidak terlalu maksimal. saya cenderung pasif karena sebenarnya saya juga bingung. sebelumnya saya belum pernah berkecimpung di dunia kaderisasi  seperti itu. saya belum pernah mengonsep acara formal yang cakupannya besar seperti itu. jadi maaf kalau saat audiensi kemarin saya tidak berkontribusi apa-apa, terlihat ketua saya sangat kecewa karena saat audiensi itu saya tidak berbicara sepatah katapun untuk membela konsep yang sudah kita buat untuk dipertahankan.


teruntuk ketua-ketua tangguh saya itu, maaf saya memang masih bodoh untuk bisa bekerja di bidang ini. saya masih belajar, saya masih butuh butuh butuh bimbingan. maaf sekali lagi maaf beribu maaf. saya janji saya tidak akan diam. saya akan ganti kesalahan-kesalahan saya sebelumnya itu...maaf juga kalau ada pihak yang merasa tersinggung, tenang, saya hanya beropini terhadap diri saya sendiri, terhadap kekecewaan saya terhadap lalainya saya, kalian gak bersalah, kaliah justru yang sudah sangat baik untuk menerima keberadaan manusia sebesar butiran debu ini.

September 02, 2012

Bismillahirahmanirahim...welcome semester 5!!!

goodbye holiday!

[nyaingin postingan-nya Rahmi beberapa hari yang lalu]. 
Hari ini jadwalnya saya untuk kembali ke kosan setelah tiga minggu liburan di rumah dan di rumah nenek, kebetulan perpulangan ke kosan pasca liburan hari ini dari rumah nenek karena kemarin harus hadir di acara pernikahan Om Ganjar (i’ve told you), hari ini Hari Sabtu, sebenarnya saya bisa-bisa saja pulang ke kosan hari Minggunya tapi jadwal rapat sudah menumpuk jadinya hari Sabtu jam 10 pagi itu saya sudah keluar rumah nenek.

Lain dari biasanya, karena hari itu masih ada keluarga di rumah nenek (keluarga saya baru pulang ke Rangkasbitung sore harinya) jadinya pergi ke stasiun pagi itu dianter motor sama bapak. Karena rencananya saya mau pakai kereta tujuan Bandung jam 10.10 jadinya sekitar jam 10 kurang 15 menit udah berangkat.

Persiapan perpulangan juga dibantu mamah, mamah ingetin sana-sini takutnya ada barang yang tertinggal, belum lagi mamah juga masukin beras rumah nenek untuk di kosan supaya gak usah beli nasi jadi. Jadinya pagi di hari itu, saya dan mamah sama-sama packing, saya packing bawaan ke kosan, mamah juga packing bawaan sekeluarga untuk pulang ke Rangkasbitung. Sebelumnya saya dimarahi (lagi) sama mamah karena jam 8an masih leha-leha di depan tivi sambil nonton Ups Salah sama si kakak padahal saya belum packing dan harus ngeburu kereta yang jam 10. Akhirnya karena mamah terlihat marah saya pun langsung packing (anyway saya itu orang yang termasuk cepat dan hal per-packing-an jadi makanya sering nyantai) dan terbukti dengan hanya 15 menit packing pun selesai padahal bawaan juga lumayan banyak, bawa sembako dan pakaian juga.

Di tengah-tengah packing-nya mamah sempet-sempetnya bantu saya packing, nyiapin beras dan lain-lain. Saya terenyuh. Benar kata banyak orang, orangtua itu gak pernah ngangep anaknya dewasa, padahal bisa aja saya packing sendiri tapi mamah dengan perhatiaanya bantuin sambil nasehatin ini itu. Tears drop.

Setelah packing selesai saya mandi dan jam 10 kurang 20 menit sudah siap semuanya tinggal berangkat, bapak udah siap aja di luar sambil manasin motor. Tapi karena saya gak keluar-keluar akhirnya bapak masuk ke kamar saya dan nyuruh cepat karena udah hampir jam 10. Dengan dodolnya saya malah bilang gini, “ Tenang aja sih Pak, ke stasiun cuma 10 menit kok, Ca gak mau kalo harus nunggu lama-lama di stasiun.” Bapak no comment malah langsung keluar. Saya pun langsung pamitan sama orang-orang rumah, termasuk mamah dan kakak, kecuali adek (saat itu gak tau tuh anak lagi kemana), seperti biasa pas saya salam ke mamah (saat itu mamah lagi nyetrika), mamah cium saya sambil bilang “Sing gede milik!” saya cuma senyum sambil bilang amin, terus mamah bilang lagi “Gak dianter sampai luar ya.” Saya cuma diem aja lalu langsung keluar karena bapak udah mulai nge-starter motornya. Eh ternyata pas saya naik ke motor mamah keluar juga termasuk kakak dan sepupu kecil saya, mungkin mamah dan kakak ingin ngeliat saya lagi karena kayanya kita baru bisa bertemu lagi pas saya liburan semester.

Di bonceng bapak ke stasiun itu hal yang jarang sekali terjadi, kalau waktu SMA hampir setiap bulan saya selalu di bonceng bapak untuk diantar ke CMBBS setelah waktu perpulangan. Kalau sudah kuliah seperti sekarang sudah sangat jarang, makanya pas di bonceng itu saya benar-benar menikmatinya.

Tapi ternyata belum sampai ke stasiun (masih sekitar 500 meteran lagi) motor berhenti, saya pun turun karena setelah di starter berkali-kali sama bapak, motornya tetap gak hidup. Bapak juga ikut turun dari motor lalu bilang, “Bensinnya abis ini.” Saya sih biasa aja karena emang stasiunnya juga udah deket, tapi dalam hati saya bilang ‘kenapa bisa kecolongan bensin abis? Padahal sebelumnya bapak pakai motor itu'. Tapi yasudahlah lupakan aja terus saya bilang, “Ya udah Ca jalan aja deh stasiun da udah deket ini.” Eh bapak malah bilang, “ Jangan, pakai ojek aja biar cepat.” “Gak deh Pak, mending jalan aja udah deket kok,” kata saya keukeuh. Akhirnya bapak pun ngalah dan membiarkan saya jalan tapi tiba-tiba pas saya mau ngambil tas jinjingan di motor bagian depan bapak malah pegang itu dan bilang kalo dia mau ikut jalan sama saya ke stasiun. Saya sempet nanya, “Terus ini gimana motornya?”, “Gak apa-apa ditinggal aja disini. Yuk.” Jawab bapak sambil melangkah. Terharu untuk kesekian kalinya, lalu kita pun jalan sebelahan ke stasiun so sweet sambil ngobrol-ngobrol kecil. Eh ternyata jalannya lumayan jauh, bapak sempat ngos-ngosan karena sambil jinjing bawaan sembako saya yang emang berat banget, sambil ngos-ngosan bapak terus ngajak saya ngobrol. Padahal sepanjang jalan itu mata saya udah berkaca-kaca, kenapa harus seperti ini? Kenapa mereka selalu bikin saya terharu? Untungnya bapak gak lihat kalau saya nangis karena saat itu juga saya langung nanya, “Terus ntar bapak balik lagi ke rumahnya pakai apa? Gak ada tukang bensin di sini mah.” Tapi dengan jelasnya bapak biang, “Udah gak usah dipikirin, biarin aja. Oh iya ntar paling bapak transfer uangnya tanggal 6 ya, gak apa-apa kan?” Langsung saya nangis lagi. Semuanya ini benar-benar gak fair. Di saat saya khawatir dan dibuat terharu oleh bapak, dengan mudahnya bapak bikin keterharuan saya jadi triplet. Ternyata kekhawatiran bapak terhadap saya lebih besar, padahal sebelumnya saya udah bilang kalau uang bulan Agustus pun masih ada, tapi bapak malah khawatir karena bakal telat transfer. Saya? Speechless!

Pas sampai ke stasiu ternyata pas dengan kedatangan kereta jadinya bapak gak perlu nungguin saya lama-lama, dan untungnya kereta juga kosong jadi saya bisa pamitan ke bapak tanpa harus buru-buru berebut ke dalam kereta. Saya pun salam ke bapak dan bapak cuma bilang, “Hati-hati ya kalau ada apa-apa atau mau apa SMS aja yaa.” Kata bapak sambil ngasih selembar uang. “Ini buat jajan sebelum bapak transfer ya.” Oh padahal uang di ATM juga masih lebih dari cukup dan bapak malah nambahin lagi. Terharu untuk keseribu kalinya.

Dan setelah pamitan itu saya langsung naik kereta, cari tempat yang nyaman dan kemudian langsung ngeliat keluar nyari bapak. Ternyata bapak sudah gak ada, baguslah, jangan sampai saya nangis lagi di kereta. Well mungkin itu yang bisa saya ceritain perpulangan saya kali itu. Dalam waktu hanya setengah jam, orangtua saya berhasil bikin anaknya yang dingin ini berkaca-kaca berkali-kali.

Gak ada yang bisa nandingin kebaikan orangtua, kejahat apapun kita ke mereka percayalah mereka gak pernah sedikitpun ada niatan untuk menyakiti kita. Mungkin setiap saya pisah dari orangtua karena harus ke Bandung, saya sering sedih dan khawatir dengan orang-orang rumah tapi mungkin orangtua kita jauh lebih dari itu.

Di kereta saya berpikir, gak ada waktu lagi untuk berleha-leha kuliah, untuk bermalas-malasan kuliah, perjuangan orangtua kita terlalu berat untuk dikhianati, mereka terlalu innocent untuk didzolimi. Jangan sampai orangtua saya terus yang membuat saya terharu dan menangis bangga karena saya memiliki mereka, atas apa yang sudah mereka lakukan terhadap saya, saya pun harus membuat orangtua saya terharu dan bangga punya anak seperti saya. Saya masih anak ‘kecil’ masih sangat jauh untuk bisa disebut membanggakan orangtua. Kerjaan saya masih saja menghambur-hamburkan uang orangtua, pergi jalan sana-sini cekakak cekikik dengan teman-teman, shopping, makan enak, nonton Korea seharian, padahal orangtua saya banting tulang agar saya bisa melakukan itu semua. Pathetic.

keingetan lagi, di paragraf sebelumnya saya sempat heran kenapa bapak sampai gak tau kalau bensinnya bentar lagi mau abis. tapi pas dipikir lagi mungkin niat awalnya emang bapak mau ke pom bensin dulu sebelum ke stasiun tapi berhubung saya lelet keluar rumah jadinya bapak malah langsung ke stasiun takutnya saya ketinggalan kereta. jadilah motor berhenti di jalan dan bikin bapak harus jinjing bawaan saya yang berat. tears drop again! yah positive thinking-nya seperti ini. dan tiba-tiba jleb lagi.

Ah Ya Allah, maafkan saya. Bahagiakanlah kedua orangtua saya sebagaimana mereka selalu berusaha membahagiakan saya. Hanya doa itu mungkin yang saya bisa sampaikan untuk orangtua saya, saya sedang berusaha untuk menjadi anak yang sesempurna mungkin di mata mamah dan bapak, saya juga bukan anak yang tak tahu diri, insya Allah saya tetap istiqomah di jalan yang diridhoi Allah dan orangtua saya ini.

Mah, Pak, maaf ya kalau masih bikin repot, maaf kalau belum jadi anak yang ‘sempurna’, maaf karena masih jadi anak yang biasa saja, maaf karena belum bisa berkontribusi banyak untuk membuat Mamah dan Bapak terharu juga bangga.

Mom, Dad. I always try to be a daughter that father and mother proud of. wish both of you in good health everytime!

With a bunch of love,
You’re fool daughter