Rosmalinda Nurhubaini's. Literally a nous of my random thought.
Posts // About
// Twitter // Tumblr

July 30, 2012

rada nyepet

Manusia lebih banyak memimpikan pulang ke rumah daripada meninggalkan rumah
Sang Alkemis

| gue baca quote ini di tumblr-nya Angga (izin copy paste ya pak bos). rada nyepet emang, masalahnya gue emang lagi homesick dan ingin pulang sangat. udah dua tahun gue gak menikmati Ramadhan di rumah. gue sendiri baru ngeh. tahun kemarin masih okeh beibeh meskipun Ramadhan di rumah nenek dan di kosan. tapi di tahun kedua gue kangen mereka, gue kangen masakan mama, gue kangen tarawih berjamaah di rumah, pokoknya gue kangen suasana Ramadhan di rumah. dan kenyataannya gue memang lebih banyak memimpikan pulang ke rumah daripada meninggalkan rumah. haha udah hampir 5 tahun gue gak tinggal di rumah, menclak menclok di kota orang lain. apa salah kalau kadang gue masih homesick? gue ingin pulang ke Rangkasbitung titik!

July 18, 2012

just a random curhat

kemarin sempat dibuat shock dengan nilai-nilai semester 4 yang sudah bermunculan dengan manis di portal nilai. tapi alhamdulillah Allah masih mengizinkan saya untuk bisa merasakan manisnya perjuangan semester 4. setelah kuliah kemarin sore itu, setelah melihat portal nilai tentunya, gue, Eko, Hilman, dan Anggi kongkow-kongkow dulu di lobi kampus sambil ngemil-ngemil makanan tinggi kolesterol haha sambil makan itu obrolan kita ngerandom, dari mulai ngomongin BFUB sampai curhat-curhat masalah IPK. awalnya sih gara-gara Hilman pinjem netbook gue untuk ngeliat portal nilai dia, gue dan Anggi takjub karena dari semester pertama sampai sekarang IP dia selalu di atas 3,5. setelah memuji dia, dia tanpa disuruh langsung curcol bahwa emang mamanya sedikit mewajibkan dia untuk mencapai IP di atas 3,5. mamanya bilang dia boleh ikut kegiatan apapun yang penting nilai IP harus selalu di atas 3,5. dan IP dia pasti akan selalu dicek oleh mamanya. Anggi dan Eko pun mengiyakan bahwa orangtua mereka juga selalu nanyai IP, gue gak banyak komentar. tapi lama-lama gue juga tergoda untuk corcol bahwa mama gue gak pernah sekalipun nanya IP gue berapa. ketiga teman gue itu langsung kaget bahkan benar-benar menanyakan lagi ke gue apa mama gue gak pernah menanyakan IP. IP gue pun diketahui mereka karena gue sengaja ngasih tau itupun kalau IP gue meningkat, kalau IP menurun kaya semester 3 kemarin i just keep in silent.

gue sebenarnya bukan sesuatu yang bermasalah juga untuk gue. gue bukan tipe yang melow yang akan sedih kalau ortu gak menanyakan IP, ah gak terlalu penting juga, yang terpenting sih gue bisa istiqomah di jalan IP ideal untuk mahasiswa rantau kekeke yang penting gue masih termotivasi dan gak (belum) down hanya karena masalah itu. tapi betul sekali adanya, sekecil apapun reaksi ortu kita akan segala sesuatu yang kita lakukan akan berpengaruh cukup besar untuk mental kita.

July 04, 2012

nowadays

kuliah, RAPAT, kuliah, RAPAT.  
but really i do love those activity!

July 03, 2012

July

ya Allah, i just realize that now is on July. ohhh how fast! life is really really really too short, too short if we just no longer to help another.

plagiat

saya baru ingat, dulu waktu SMA saya pernah ngelakuin hal semacam plagiat. waktu itu plagiatisme yang saya lakukan adalah meng-copy paste postingan seseorang tanpa menulis sumbernya. astaghfirullah, kok bisa ya dulu saya kaya gitu. padahal kalau diingat-ingat lagi kok segitu cemennya saya, kok segitu teganya saya platiat karya orang lain biar disebut orang yang kreatif. tapi untungnya waktu itu si korban langsung negur saya paka sosmed facebook. dia langsung pakai link postingan saya yang plagiat dari karyanya dan meminta saya untuk ngedit postingan itu dan nyantumin sumbernya. saat itu saya langsung sadar, memang waktu itu saya pikir dengan saya meng-copy paste tulisannya, tidak akan ada yang tahu, tapi ternyata google lebih cerdas daripada saya. ternyata korban plagiatisme saya sadar kalau karyanya ada yang bajak. 

tapi justru dengan itu saya sekarang sadar, sekecil apapun karya orang lain itu harus dihargai. sesedikit apapun kita meng-copy paste hasil pikiran orang lain harus tetap ada sumber tertulisnya. untungnya plagiatisme saya gak sekeren para koruptor-koruptor sampai bisa menggelapkan uang negara tanpa ada yang tau. kalau dipikir-pikir hebat juga ya para koruptor ckck! benar memang kalau dari kecilnya saja sudah berani plagiat tulisan orang lain, nanti mungkin dia bisa jadi koruptor naudzubillah.

dari pengalaman masa lalu saya itu, sekarang saya sadar bahwa plagiat itu banyak disekitar kita, tinggal bagaimana sikap kita menghadapinya. saya sekarang tau bagaimana tidak enaknya kalau hasil pikiran kita malah disalahgunakan oleh orang lain, berpura-pura menggunakan karya kita demi keindahan namanya, jika saya sudah mengetahui hal itu maka saya tidak akan pernah lagi untuk plagiat sekecil apapun itu.

terimakasih untuk seseorang di kampus terbaik Indonesia yang sudah mengingatkan saya 3 tahun yang lalu, untung saya tidak dilaporkan ke polisi ya karena ternyata plagiatisme itu sudah diatur dalam undang-undang dan ada hukumannya jika melakukan hal tersebut. memang jadi orang jujur itu tidak mudah. tapi semuanya bisa kita lakukan dan dibiasakan dari sekarang lho. 

-__-"

malam hari, saat itu keluarga besar gue lagi nonton di ruang tv rumah nenek. adek gue yang super cantik itu malah asyik baca novel remaja galau. terus tiba-tiba dia nanya ke kita semua.
Adek : hmm bias itu apa sih?
Kakak : bias itu penyimpangan (kakak gue yang pinter itu jawabnya dengan pinter juga)
Gue : bias itu bahasa korea, artinya idola (gue yang Korea freak, yaa jawabannya gak jauh-jauh dari sana)
Adek : kok gak nyambung ya. coba deh baca (si adek nunjukin kata bias di salah satu kalimat di novel yang lagi dibacanya).
gue noleh dan langsung baca, kening mengerut, tapi ternyata kalimat itu bunyinya kaya gini "Aku tidak bias melakukannya tanpamu."
Gue : ini mah maksudnya 'bisa' kali...duuh masa salah ngetik ginian aja gak ngerti!!!

sumveh ini adek gue kenapa coba padahal dia udah kelas 2 SMA.