Rosmalinda Nurhubaini's. Literally a nous of my random thought.
Posts // About
// Twitter // Tumblr

February 16, 2014

lalala kerja praktik

sudah hampir satu bulan kerja praktik berlangsung. hmmm sorry to say saya baru cerita di blogspot. sebenernya sudah sangat ingin berbagi tapi apa daya pikiran ini terbagi antara 'ngurus' siswa atau ngurus blogspot. jadi ceritanya saya sudah semester 8, tinggal menyelesaikan kerja praktik dan skripsi setelah itu jadi sarjana amin ya rabbal alamin. dan sekarang sedang masa adaptasi untuk kerja praktik di sekolah dan draft BAB 1 skripsi. oh yeah sekolah klaster 1 di kota Bandung, you just realized! SMA terfavorit se-Bandung bahkan se-Jawa Barat dan Banten? karena ternyata ada beberapa anak Banten yang sekolah disana. so there no easy way out!

saat memutuskan untuk pilih kerja praktik disana sebenarnya agak ragu, meng-underestimate diri sendiri. tapi gak tahu dorongan dari sana merasa tertantang untuk mengajar disana ya setidaknya meskipun saya gak pernah sekolah di sekolah reguler favorit setidaknya saya pernah mengajar di sekolah reguler favorit itu. masih ingat dulu berteman dengan Marsha, Fathina, Dhiya, Pandu yang tulen lulusan SMA itu. dulu betapa saya sangat mengagumi mereka dengan segala wawasan dan kegaulannya hingga mereka akhirnya masuk ITB semua. amazed!

dan saat pertama kali masuk sekolah itu, rasanya gak percaya! oke mungkin kalian berpikir it's too much tapi itu yang saya rasain. bisa gak ya ngajar disini, menjadi orang yang digugu dan ditiru di sekolah ini, jadi orang yang bukan hanya sekadar mengajar hanya untuk menyelesaikan S1 tapi juga untuk mendidik mereka. semuanya terkumpul jadi satu. terkumpul jadi satu ketakutan akan ekspektasi yang terlalu tinggi. disisi lain saya bukan anak terpandai di jurusan pendidikan biologi, bukan anak terkaya untuk berani ambil posisi kerja praktek di sekolah itu. dorongan terkuat hanya dari rasa penasaran tentang sekolah itu.

dan sekarang terjawablah satu per satu penasaran tentang sekolah itu, sekolah yang mengagungkan ITB dan kedokteran, sekolah dengan persaingan tinggi, sekolah dengan biaya yang lebih tinggi dari biaya kuliah saya sendiri, sekolah anak-anak pejabat, sekolah dengan anak-anak yang mudah menerima materi, sekolah dengan anak bermobil, sekolah dengan sumber daya guru yang baik, dan sekolah yang cukup membuat saya tercengang dengan realitas bahwa sebenarnya banyak fungsi sekolah yang sudah tergantikan. ini bukan tugas gampang, antara miris dan bangga dengan sekolah itu.

February 07, 2014

Coba ibu tanya dulu, bagi kalian mengajar itu panggilan hati atau merasa terpaksa? kalau sudah panggilan hati pasti mudah dan ikhlas menjalankannya

Bu Budiarti Utami, guru biologi SMAN 3 Bandung