Rosmalinda Nurhubaini's. Literally a nous of my random thought.
Posts // About
// Twitter // Tumblr

October 31, 2009

MOJANG VS BUJANG

Mojang dan bujang
Hhaa...ah aya aya wae. Dua sebutan ini kita (baca:der CG) patenkan sebagai nama sampingan kita. Berawal dari para ikhwan yang mengaku-ngaku sebagai para bujang. Ya udah karena para akhwat nya pada nggak mau kalah, kita pun berinisiatif untuk menamai kita sebagai Mojang..

Dan sekarang hari-hari menjelang SDC, nama Mojang dan Bujang kian tenar. Gimana nggak setiap kita neriakin yel2 pasti dikasih embel2 "Cofrado...BUJANG" ato "Cofradia...MOJANG"


Sampe saking tenarnya tuh para bujang, klinik yang biasanya dipake buat orang-orang sakit, malah dijadiin kostan sama mereka. Kalo yang ini emang saya yang mencetuskan. Ceritanya gini...

Pas malem apa gitu, saya lewat di depan klinik...eh salah satu jendela klinik itu ada satu bujang yang lagi menatap langit malam CM, sebut aja dia Alip. Pas saya lewat, dia dengan cerianya manggil nama saya

"Heii Cha..."

"Heii Lip..." jawab saya sekenanya

"Nih Cha, anak bujang lagi pada ngumpul di klinik liat deh.."

$aya pun ngintip dikit ke dalem. Ada Alfi, Rijal, Ichal, Angga, Muhe, sisanya lupa. Karena lucu anak bujang pada di klinik ehhh saya keceplosan ngomong kayak gini

"Wah...bujang punya kostan.."
dan jadilah sekarang itu si klinik miliknya Hero jadi kostan nya bujang.

Sementara yang mojangnya mah tiis2 aja, nggak ada yang aneh.
Yang jelas saya mah SAYANG sama para bujang (lho?), ia maksudnya teh sebagai sodara dan teman. Apalagi sama para mojangnya...
heuheu...serasa gimana gitu kalo nyebut mojang teh, kalo di Bandung kan mojang itu diidentikan dengan gadis yang cantik2 (amiiin)

Ahh...pokonya
SAYA SAYANG MOJANG MAUPUN BUJANG
up to down : MOJANG, BUJANG


SIAP BERTEMPUR 2010



October 23, 2009

OST.Naruto 'Little by Little'

sousa kanashimi wo yasashisa ni
jibun rasisha wo chikara ni

"Ubahlah kesedihan jadi kegembiraan, ubahlah keunikan (sesuatu yang beda) jadi kekuatan

October 10, 2009

"WHY" reason

Akhirnya saya udah memutuskan untuk memilih jurusan plus universitas yang akan saya tuju selepas lulus SMA.
Dengan bismillahirahman ni rahim saya tekadkan hati untuk BISA masuk

"Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Padjadjaran Bandung"

Nggak ada yang bisa mengalihkan cita-cita saya ini. Awalnya memang saya tertarik dengan ITB tapi setelah liburan kemaren, saya sadar bahwa untuk memilih suatu jurusan atau
universitas tidak hanya dilihat dari satu faktor seperti halnya saya melihat pada ITB. Awal saya tertarik dari ITB karena saya berpikir bahwa jika saya kuliah disana akan ada
kebanggaan tersendiri "gaya lah" bahasa gaulnya mah, tapi ternyata tidak hanya cukup dengan alasan itu saja. Kata bang Sabda sih kalo mau milih universitas atau jurusan sih liat beberapa faktor seperti di bawah ini :

1. Lingkungan
2. Biaya hidup
3. PTN negeri
4. Grade
5. Biaya kuliah
6. Interenting
7. Beasiswa

dan sepertinya memang Unpad dan FKG lah yang memang akan membuat saya merinding dan terharu ketika saya berhasil lulus di SNMPTN nanti.
Kenapa harus FKG Unpad :
1. Saya memang suka Bandung, lingkungannya, bahasanya, budayanya, orang-orangnya dan dari SD sudah bercita-cita harus bisa kuliah di Bandung
2. Saya pengen banget jadi dokter tapi bukan dokter umum ataupun dokter spesialis, akhirnya saya bertekad untuk milih kedokteran gigi, karena cuma dokter gigi yang (sepertinya)
tidak berhadapan langsung dengan darah dan organ dalam tubuh
3. Saya ingin belajar hal baru ketika saya di perkuliahan nanti, dengan menggunakan jas warna putih dan belajar fisiologi tentang gigi dimana sebagian orang justru meremehkannya
4. Saya suka dengan lingkungan Unpad dimana orang-orangnya ramah, masih berbahasa sunda lemes, jajanannya murah meriah dan kesenjangan sosialnya nggak terlalu tinggi
(kata kaka saya sih gitu...amin weh)
5. Saya suka dengan letak unpad dimana nggak di tengah kota Bandung dan jauh dari tempat hangout anak muda yang (bisa) menjerumuskan saya ketika saya lagi meleng milih
pergaulan
6. Saya udah tau cara pulang kalo ke rumah nenek atau aksesnya gampang lah
7. Saya nggak perlu ngekost karena bisa tinggal di rumah nenek yang nggak jauh dari unpad itu sendiri
8. Saya bisa nemenin kakek nenek saya
9. Biaya per semester ataupun biaya masuk di unpad pun nggak terlalu mahal seperti halnya universitas ataupun institut lainnya
10. Saya pengen ngebahagiain mama sama ayah. Mama pernah bilang kalo beliau tuh pengen banget salah satu anaknya ada yang bisa jadi dokter. Nah berhubung saya nggak mau
jadi dokter umum, anak, hewan atau spesialis, jadi dokter gigi kan bisa jadi tujuan.
Ayah juga pernah bilang bahwa beliau nggak akan khawatir kalo saya kuliah di Unpad yang deket dari rumah nenek.
11. Saya pengen mengukir silsilah baru bahwa di keluarga saya ada yang bisa kuliah di FKG Unpad, sebelumnya belum pernah ada, paling adanya juga di FK UGM dan Unsoed
12. Hampir semua keluarga saya adalah lulusan Unpad jadi nggak perlu repot-repot cari cerita pengalaman tentang perkuliahan di Unpad
13. Ada satu kebanggaan ketika saya bisa kuliah di fakultas kedokteran gigi dan nantinya bisa lulus dengan gelar Drg, amiiinn..
14. Saya nggak mau dibandingin dengan kaka saya (ini paling penting), salah satu ketakutan saya yang sekarang justru jadi sebuah motivasi besar bahwa saya nggak berhak untuk
direndahkan dari kaka saya. Memang pada kenyataannya jurusan kaka saya sekarang (statistika Unpad) masuk sebagai jurusan dengan grade 3 terbesar setelah FK dan psikologi
diatas FKG 1 level lah. Tapi karena saya tidak tertarik 'sama sekali' sama tiga fakultas itu maka pilihan saya jatuh pada fakultas yang satu level di bawah statistika yaitu FKG
(gradenya beda dikit kok)
15. Saya ingin ketika saya lulus dan berhasil membuka praktek sebagai dokter gigi, saya akan membuat mobil kesehatan gigi untuk datang ke SD-SD dan mensosialisasikan
pentingnya kesehatan gigi pada generasi muda secara GRATIS.
16. Saya ingin membuktikan pada semua orang bahwa saya bisa lulus dalam tes SNMPTN unpad jurusan kedokteran gigi
17. saya ingin membalas kebaikan orang tua saya yang telah mengabulkan permintaan saya untuk membeli Zenius Xpedia dengan menggantinya mengabulkan permintaan mereka
juga yaitu : 'saya bisa kuliah di Unpad'
18. Saya pengen dapet beasiswa dari pemkab.Lebak

Dengan tekad kuat saya yakin saya BISA, meski ada orang yang meremehkannya tapi saya percaya bahwa justru itu semua akan menjadi salah satu motivasi saya untuk mencapai
semuanya

Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Padjadjaran harus bisa
Bismillah...
Allah pasti akan bantu saya untuk mencapai cita-cita saya ini
amin...amin...ya rabbal alamin...

October 01, 2009

Siomay VS Baso Tahu

Kejadian lucu ini terjadi saat saya berada di Bandung untuk libur lebaran sekitar 10 tahun yang lalu. tepatnya saat saya umur 7 tahun.
Suatu malam, setelah solat tarawih, nggak tahu ngidam atau apa tiba-tiba saya pengen beli baso tapi ternyata tak satu pun dari si tante dan om saya yang mau
beliin termasuk orang tua saya sendiri, alesannya karena males naik motor lah, males ganti bajunya lah, jauh lah, udah malem lah jeung sajabana.
Tiba-tiba bibi saya punya saran yang ternyata membuat saya berbinar tur gembira.

Bibi : meser siomay weh ka bi Imas
Saya : Bi Imas jualan siomay gitu, Bi?
Bibi : Ia atuh...murah deuih...2 rebu juga enak
kayaknya baso diganti siomay nggak apa2 deh...kan sama2 enak
Bibi : kalo mau beli siomay mah hayu atuh bibi anteur, da deukeut ieuh..
Akhirnya saya dan bibi saya pun pergi untuk beli si siomay itu, karena memang tempat jualan Bi Imas itu tidak jauh dari rumah nenek.

Di perjalanan saya benar-benar sudah membayangkan makan siomay murah yang enak dengan saus kacang yang pedas. Ehm..enak pisan!
sesampainya di sana, saya langsung menuju gerobak dimana Bi Imas lagi layanin pembeli anu sanes.
Tapi...kok aneh...
di gerobak itu nggak ada siomay atau telor atau kentang atau tahu atau kol yang biasanya terpajang rapih di gerobak2 tukang siomay lainnya, yang
ada malah baso, mie, dan pangsit. Lho..katanya jualan siomay, kok malah kayak jualan baso sih??
Akhirnya bibi saya pun bilang..

Bibi : bi Imas, pesen siomay nya 2 mangkok...
Bi Imas : euleuh..aya urang Banten nya? Iraha dongkap?
Bibi : kamari...

saya cuma senyum plus ngahuleng (agak) nggak ngerti, sementara Bi Imas langsung sibuk melayani pesanan kami.
setelah menunggu sekitas 2 menit, Bi Imas nanya lagi

Bi Imas : caina seueur teu?

kalo yang ini saya ngerti tapi... emang sejak kapan siomay pake air? Bukannya pake saos kacang ya?
Akhirnya karena penasaran saya pun menghampiri gerobak Bi Imas. Gimana nggak kaget coba? Ternyata emang siomay itu bener2 pake air, atuh saya langsung ngajerit

Saya : Bi Imaaass...kok siomay nya kaya gini sih?
Bi Imas : emang mau kaya gimana, Cha?
Saya : lho...bukannya siomay itu yang adonan aci terigu dikukus ditambah kol, kentang, tahu, telor, terus disiram sama saos kacang itu ya?

Bi Imas malah ngakak ketawa, orang-orang yang lagi pada makan di situ juga langsung senyamsenyum nahan ketawa, termasuk juga bibi saya, beliau juga ketawa. Ihhh...kenapa sih?
apa yang aneh??

Bibi : atuh itu namanya baso tahu Cha...kalo di Bandung itu yang namanya siomay mah ya siga ieu...
Saya : tapi kalo Rangkas itu yang namanya siomay itu baso tahu, makanya dikirain Chacha kita mau beli siomay versi Banten alias si baso tahu itu..
Bi Imas : ya..kumaha atuh? Udah dibungkus yeuh..
Bibi : keun bae atuh bi Imas...lebar. Urang keur aa Ris weh..
Saya : eehh...biarin weh bi Chacha yang makan aja, Chacha juga pengen tau rasanya kaya gimana...

Setelah itu, saya dan bibi pun pulang ke rumah. Ada sih sedikit rasa menyesal karena nggak makan baso dan gagal makan siomay ehhh..baso tahu maksudnya. Tapi hikmahnya, saya jadi
tau apa itu bedanya siomay versi Banten dan siomay versi Bandung.

Jadi kesimpulannya,

Versi Bandung
Siomay : sama kayak baso cuma ditambah pangsit plus tahu kering, tapi tanpa sayuran dan mie.
Baso tahu : sama kayak siomay versi Banten

Versi Banten
Siomay : adonan aci dan terigu yang dikukus ditambah dengan kukusan tahu, kol, kentang, dan telor rebus terus disiram pake saos kacang
Baso tahu : belum pernah denger

Sekarang jadi tau kan bedanya siomay versi Bandung dan versi Banten...
Buat para temen2 yang mau kuliah atau tinggal di Bandung, jangan sampe nggak bisa ngebedain antara siomay versi Banten sama siomay versi Bandung ya...

bodor...bodor...