Posts

Homesick

Hi you, how have you been up to? I hope you are feeling well today and forever.  You, who (at this point - hopefully forever) makes me feel that I will never regret my decision to choose you as my life partner. I know, you might be not reading my writing here but I just want to be sweeter this time by telling the world know how my feeling exactly to you, how precious you are in my life.  It just has been 9 month since our wedding, and my love for you start growing passionately as you are so loving and have sincere personality that I did not even notice when we were in boy-girl friends relationship back then. And right now, with our current living, we are apart by distance Bandung - Rangkasbitung, I feel that your presence successfully affected my life. Somehow I can't imagine how that a long distance marriage is existing. I just really can't. Being apart with you like this with only for a month is really exhausted, even though you never skipped a routine night calls and texts...

16 Januari yang ke - 29

Niat nulis lagi di blogspot ini dari sebulan yang lalu karena libur ngajar 5 minggu dan ngerasa bosan di rumah sendirian. Tapi ternyata ya cuma niat aja, pengen aja. Baru sekarang akhirnya iseng buka blog lagi setelah out of nowhere baca a very updated blog punya teman dan jadi ingin update blog sendiri juga. Pas buka baru nyadar kalau interface blogspot ada perubahan! hehe efek engga nulis disini setahun (terakhir Januari 2020).  Judul tulisannya udah ketauan lah yaa, tentang moment ulangtahun di tahun ini. Engga ada yang spesial sebenernya, cuma yang bikin terharu itu karena ngerayainnya sama suami juga. Pagi tanggal 16 itu suami seperti biasa meluk dari belakang sambil berbisik selamat ulang tahun, terus dia ngomong lagi  "Aku engga beli lilinnya, mau pake lighter aja gak?"  haha romantisme langsung ambyar. Pas ku liat ternyata udah ada 2 pieces of cake di meja. Akhirnya dia cerita kalo dia nyempetin beli cake dulu pas istirahat jumatan dan langsung masukin kulkas. T...

H-10

10 hari dari hari ini insya Allah aku akan memulai kehidupan baru dengan seseorang yang dengannya aku percaya bahwa kehidupan nanti, apapun kondisinya, akan baik-baik saja. Yang dengannya semua rasa aman dan damai ikut serta. Yang dengannya akhirnya kami bisa sampai di titik untuk sama-sama memiliki tujuan  sakinah, mawaddah, warahmah . It's been a year since he asked me to be with him with a purpose, forever, dunya wal akhirah. Bagiku  dan mungkin baginya, perjalanan untuk sampai disini enggak gampang. Banyak ego yang dikedepankan, yang membuat banyak koreksi namun minim afeksi. Banyak waktu berdebat, dan banyak waktu aku merasa kita enggak kunjung sepakat. Gak memungkiri, ternyata adanya tujuan enggak serta merta memudahkan perjalanan kami. Somehow  tujuan ini bisa jadi turning point tapi justru ini juga yang membuat kita kadang pesimis, lelah dan menjadi tidak yakin bahwa apakah tujuan ini layak? Keraguan muncul. Di tengah ratusan konflik ini, as the time goes b...

Jangan sombong, banyakin bersyukur

Di minggu libur karena mid-term break ini akhirnya bisa balik lagi ke blog untuk nulis unek-unek selama COVID19 mulai merebak di Indonesia. Semuanya berubah, work from home ( remote learning ), larangan mudik ke luar kota, larangan keluar rumah untuk hal-hal tidak urgent. Sedih? Banget.  Tapi disaat kaya sekarang ini akhirnya bisa semakin bersyukur dengan kehidupan sekarang. Kalau dipikir-pikir, kemarin-kemarin masih bisa bebas main keluar kosan, makan dimanapun, pergi-pergi kemanapun bebas aja, interaksi sama orang banyak. Things that we took for granted. Tapi gak pernah disyukuri. Dengan kondisi  social distancing kaya gini masih aja ngeluh-ngeluh karena sedih banget kan enggak bisa pulang, enggak bisa main, belum lagi online learning yang bikin jangar. Tapi mikir lagi alhamdulillah ya masih bisa dapat gaji (enggak telat, enggak berkurang, berkurang sih karena les off selama sebulan ini, gaji cuma dari sekolah aja. Tapi alhamdulillah masih sangat cukup). Kalaupun engg...

11 Januari

Perjalanannya jauh dari sempurna, jauh dari cerita cinta yang sebelumnya. Berkali kali demand muncul, berkali kali kata cukup disini muncul. Awalnya sulit sekali menerima, selalu membanding-bandingkan, tapi rasanya tidak manusia, karena dia tidak demikian. Hingga akhirnya tersadar bahwa dewasa yang dibutuhkan. Mungkin rasanya terlalu cepat, karena selalu berpikir untuk urusan hati seharusnya tidak tergesa-gesa. Namun ternyata untuk bagian ini semesta tidak mengharap ditunda-tunda. Ingin diperlama,  nanti semakin dilema. Toh semakin hari, hati rasanya mulai ada yang terpikat. Hingga akhirnya, sampai disini. Untuk saling menjaga dan saling meyakini. Memang pasti tidak mudah, tapi harus mencoba. Yakini bahwa semua hal bisa dipelajari, diajari. Kalau memang mau, ya satu per satu. Perjalanannya memang butuh teguh dan sungguh-sungguh. Belajar tidak pernah ada yang menyenangkan dan semenit semata bukan. Untuk semua hal yang kami takuti, yang kami sesali, yang kami akan jalani. Sem...