Posts

Karena enggak ada yang enggak mungkin

Beberapa hari ini Indonesia sedang berbahagia karena salah satu atletnya, Lalu Muhammad Zohri memenangi kejuaraan sprint tingkat dunia. Yang tadinya tidak tau menahu siapa Zohri pun jadi mengenalnya. Seorang siswa SMA yatim piatu yang berasal dari keluarga sederhana di Nusa Tenggara Barat. Aku sempat membaca beberapa artikel dan thread di Twitter yang menceritakan bagaimana perjuangan Zohri hingga bisa menjadi juara dunia. Enggak gampang sudah pasti. Dengan segala keterbatasannya namun Zohri tetap mau berusaha keras. Demi membuat orangtua dan keluarganya bangga. Indonesia pun bangga. Aku pun merasa sangat bangga pada Zohri dan anak muda lain yang juga mau berjuang keras layaknya Zohri. Padahal mereka tidak memiliki social privilege . Pernah dengar? Yaitu suatu keadaan yang cukup atau bahkan berlebih yang memang sudah pasti dimiliki secara cuma-cuma. Seperti misalnya ada anak yang bisa kuliah ke luar negeri. Ya wajar bisa karena dia memiliki social privilege itu. Orangtua kaya y...

Living As A Teacher

Tahun 2018 ini Alhamdulillah sudah tiga tahun menjadi seorang guru. Enggak semuanya bikin bahagia, enggak juga semuanya bikin sedih. Namanya juga hidup kan ya. Tapi tetep terus dijalani karena inilah yang sudah dipilih. Seru enggak sih jadi guru? Kalau ditanya ini, aku langsung jawab: SERU. Ini beneran. Aku yang dulu enggak minat sama sekali jadi guru, masuk kuliah pendidikan aja karena disuruh mama, sekarang bisa jatuh cinta dengan profesi mengajar.  Kenapa bisa jatuh cinta? Karena ternyata seseru ini loh jadi guru. Bertemu siswa-siswa yang menginspirasi. Bertemu mereka tiap hari dengan segala canda tawanya dan dengan segala kehidupan mereka yang membuatku banyak belajar. Belajar memahami, belajar menghargai, belajar ikhlas, belajar untuk selalu menjadi manusia paling bersemangat apapun kondisinya, dan yang paling terasah adalah belajar sabar.  Begitu banyak hal yang berkembang dari diri ini setelah menjalani hari-hari sebagai guru. Selalu muluskah? Enggak juga. Bany...

Ada Yang Terlupakan

Suatu malam di bulan Ramadhan kemarin, setelah selesai tilawah, aku duduk di sofa ruang tengah dengan masih bermukena dan masih pegang Al Quran. Ada mama disitu lagi duduk juga. Rencananya mau baca terjemahan dari surat Al Fath yang emang baru aja selesai dibaca. Aku penasaran dengan terjemahan surat ini karena beberapa bulan yang lalu mama pernah bilang kalau ingin cepat naik haji bisa dengan menghafal surat Al Fath. Arti surat ini “kemenangan” dan setelah ku baca terjemahannya ternyata isinya ada mengenai perjanjian Hudaibiyah. Terus karena ada mama disitu aku pun tanya. “emang perjanjian Hudaibiyah itu tentang apa sih, Mah? Ini sampai ada di Al Quran.” Aku dulu sering dengar cerita tentang perjanjian Hudaibiyah ini apalagi saat SMA belajar sejarah Islam tapi itu delapan tahun lalu. Sekarang lupa. Dan Mama pun lupa.  Akhirnya mama bawakan buku Sirah Nabawiyah. Aku disuruh baca. Agak lama karena cerita mengenai perjanjian Hudaibiyah ini lumayan panjang. Setelah ku baca ternya...

We life, we learn

Tulisan ini terinspirasi dari what was happening to one of influencer, Gitasav, few days ago. At first I didn’t know anything till some of my friend on twitter blowed it up and even made a thread. So i was curious. I spent on everything related to those two. I read Gita’s post on blogspot, even I listened to her speaking on her ig story. And of course I wouldn’t forget to read what’s on Helmi’s.  I guess you all know what happen ya so I won’t tell who is Helmi and even Tristan.  After knowing what happened so I guess it was only the power of social media which makes everything worse . Saat tau masalah mereka, aku merasa “Wah bisa sejauh ini ya”. Both of them makes it more complicated juga sih. Oke I know, Gita is one of popular and powerful influencer who got a sexual harassment yang memang sangat tidak sopan untuk diucapkan. Gita tried to speak up , dia mengutarakan kebenaran bahwa sebagai perempuan jangan hanya diam saja saat dapat (even if only) a text that conta...

Literally a basic manner?

Kita tau kehidupan ini enggak akan bisa dilalui sendirian. Sekaya dan sepintar apapun kamu pasti selalu ada hal-hal yang enggak akan bisa kamu handle sendiri. Terutama di  rush hours, kita enggak mungkin bisa ngerjain banyak pekerjaan satu waktu padahal semuanya harus selesai   Kalau sudah begini? Pasti meminta bantuan orang lain. Well , aku mau cerita dikit, jujur, aku orangnya sangat enggak enakan. Bahkan untuk minta bantuan orang lain aja sangat enggak enakan. Kalo emang sekiranya masih bisa dikerjakan sendiri yaaa kerjakan sendiri dulu. Karena dengan begitu aku merasa bebas, enggak ada hutang budi kepada seseorang.  Mungkin ini semua karena didikan yang orangtuaku berikan. Orangtuaku yang memang selalu hidup mandiri, jauh dari keluarga besar selepas mereka menikah otomatis bikin mereka lebih independent dibanding saudara-saudaranya yang lain. Inilah juga yang akhirnya terjadi padaku. Hingga akhirnya menjadikanku orang yang sangat sungkan untuk meminta tolong. Ka...