Posts

Sedikit Membuat Berharga

Banyak yang bilang serba kekurangan itu enggak enak. Kurang duit, kurang kasih sayang, kurang nilai. Kurang jadi hal yang ditakuti. Tapi sebenarnya enggak pernah loh ada kata kurang dalam kehidupan kita, yaa kecuali misalnya dibilang kurang 0,05 pas ngitung matematika, yang berhubungan dengan hitungan berdasarkan ilmu. Karena sebenarnya, berdasarkan ilmu Allah dan manusia, kurang itu enggak ada. Kurang itu adalah kata sifat yang sebenarnya dibentuk oleh manusia itu sendiri. Padahal ya kita tau sendiri, kurang itu bisa diartikan juga sedikit, seenggaknya we have it gitu. Enggak nol nol banget. Dan harus disyukuri seberapa pun itu. Karena disitulah letak rasa kurang akan menjadi rasa berkecukupan. Karena dibentuk oleh manusia, maka kurang itu enggak selamanya merugikan. Bahkan beberapa hari ini, aku punya pemikiran bahwa menjadi kurang itu enggak semuanya jelek. Kurang bisa jadi hal baik untuk diri kita. Misalnya gini, mulai bulan aku sengaja cuma pasang paket internet untuk handph...

Mantan Terindah (?)

Edisi nulis malam minggu nih. Boleh ya agak nulis yang gemas gemas tapi nyesek juga. Jadi beberapa hari yang lalu, aku bertemu dengan mantan yang setelah sekian tahun enggak bertemu. Kita bertemu di acara nikahan teman, tanpa sengaja. Aku yang saat itu datang sendirian ya agak kaget dengan adanya dia karena setauku antara dia dan temenku yang punya hajat enggak ada hubungan apapun. Awalnya seneng dong ya akhirnya liat dia lagi. Seenggaknya bisa nanya kabarnya. Yaa seseneng itu sih ketemu mantan yang literally mantan terindah. Blah. Maksudnya karena emang dulu putusnya juga sangat baik baik. Sedih parah sih tapi kerasa lega banget gitu pas akhirnya lepas dari status saling ketergantungan. Sejak putus dia bisa fokus sama masalahnya dan aku pun fokus juga dengan diriku sendiri. Sejak putus itu, enggak pernah kontak yang berarti. Kontakan cuma saling ngucapin ultah atau idul fitri. Daaan akhirnya bisa ngeliat dia lagi wajar kan bikin bahagia. Tapi bahagianya enggak bertahan lama,...

Semanis Generasi 90s

Image
Weekend kemarin ada acara yang super seru, Festival Mesin Waktu di Jakarta. Sayang banget enggak bisa ikutan padahal udah pengen dari sejak announcement ada konser ini. Dari namanya, festival yang khusus dibuat oleh Tim Generasi 90an berkolaborasi dengan Ismaya Live pasti untuk bernostalgia. Udah kebayang kan gimana serunya disana. Katanya disana ada beberapa zona untuk nostalgia masa 90an. Ada zona main yang isinya mainan-mainan ala anak 90an, zona musik yang bisa karaoke lagu-lagu 90an, zona nonton yang bisa dipake untuk nonton acara televisi, film, dan iklan era 90an, zona museum yang isinya banyak barang-barang yang mengingatkan masa 90an, dan yang paling seru ada konser band-band yang eksis di tahun 90an: Naif, Basejam, P-Project, Potret, dan Bening. Yang paling bikin ingin datang ke acara itu udah jelas Basejam!  Karena aku enggak bisa datang ke acara nostalgia itu akhirnya cuma nonton live di official instagram @generasi90an. Pecah banget itu konsernya! Parah terharuuu...

Angkot Bandung #part1

Setelah sejak lama enggak menulis tentang opini. Akhirnya bisa menulis lagi di sela sela nunggu jam ngajar. Karena udah terlalu bosan nunggu ngajar sambil ngerjain soal atau bikin rangkuman, kali ini aku berniat untuk nulis aja. Sebenarnya ide tulisan ini sudah lama ada di draft hati dan pikiran #naon tapi belum sempat ditulis terus. Akhirnya hari ini, setelah tadi malam juga baca timeline di twitter tentang #irememberhowitfeel nya orang-orang pengguna angkutan umum, jadilah aku makin gemas untuk ikut menulis tentang how i feel pakai angkutan umum juga di kota besar, Bandung. Ide tulisannya berawal dari kejadian tanggal demo angkot di Bandung tanggal 9 Maret 2017, para supir angkot mogok untuk mendemo adanya angkutan online ( grab, gojek, uber ). Katanya sih gara-gara ada angkutan online , pendapatan mereka menurun. Jadinya di hari itu karena enggak ada angkot, aku gak bisa kemana mana termasuk enggak bisa ngajar. Pesan ojek online pun gak ada yang pick up karena ternyata mere...

Angkot Bandung #part2

Even after 6 months, i still remember how i felt so much disappointed about public transportation. And now it's happening again. Too much. So lewat tulisan ini aku ingin mencurahkan segala pemikiran aku dua minggu belakang ini. Kalian semua tahu kalau sekarang (untuk sementara) aku memang tinggal di Bandung. Iya. Siapa sih yang enggak kenal dengan kota besar yang satu ini, yang bahkan jadi salah satu destinasi liburan akhir pekan favorit semua orang. Enggak ada yang enggak suka dengan kota ini. Makanannya, udaranya, suasananya, tempat hitsnya, kampusnya, mahasiswanya, walikotanya, kecuali... macetnya. Sedikit cerita, aku mulai tinggal di Bandung sejak 2010 hingga sekarang. Sudah tujuh tahun. Dulu pas awal awal kuliah masih sanggup main pas weekend . Sekarang? I'm giving up karena Bandung jadi super macet di akhir pekan. Kemajuan teknologi bikin Bandung makin terkenal, apalagi pak walikota yang aktif banget sharing serunya kota Bandung. Sejak itu makin banyak orang yang ...